IG : @ddinifw


Jumat, 02 Mei 2025

mencari sebuah jawaban

23.29 0 Comments

"lucu".

satu kata yang mempunyai banyak makna

tertuju padanya yang membuat aku selalu bertanya

mengapa aku?

pantaskah aku?


"lugu".

kufikir hidupku tidak semenarik itu

mengundang kehadiranmu pun, bukan sepenuhnya mauku

namun, mengapa dirimu?

kurasa otakku penuh dengan semua pertanyaan semu.


setiapku bertanya, selalu saja ada pertanyaan lainnya

bolehkah aku mendapatkan jawaban utuh?

mengapa setiap pertanyaan aku menjadi ragu?

ragu untuk kuungkapkan sampai tidak tau kapan aku mendapatkan jawabannya.


andai akhirnya aku mendapatkan jawaban darimu,

apa aku akan puas dengan jawaban itu?

seharusnya aku harus tetap bertanya atau sudahi pertanyaan itu?

atau lebih baik aku menjalani hidup saja, seperti tidak pernah aku bertanya padamu.


-d-

02 Mei 2025

Jumat, 30 Desember 2022

padamu, ku menaruh harapan.

23.29 0 Comments

-tahun 2022-

bertemu denganmu tanpa sengaja

padahal saat itu hatiku sudah terkunci

trauma & trust issues** menghantui hidupku

awalnya hari-hariku sangat malas untuk meladeni pesan masuk dari dirimu

seperti tau bahwa manusia sepertimu pasti hanya iseng dan menggoda.


Entah, ini konspirasi semesta atau memang akhirnya Tuhan menjawab semua do'aku yang terkesan tidak masuk akal?

rasanya seperti aku ingin menjawab apapun pesan masuk darimu

dari hal yang tidak penting sampai yang emang sangat tidak penting, hahahaha.

dari ngobrolin manusia satu ke manusia lainnya.

seperti pemikiran kita sama, atau mungkin memang kita sefrekuensi?


awalnya aku menipu diri..

seolah aku tidak membutuhkan pendamping

setelah bertemu denganmu, rasanya aku ingin meneruskan hidup untuk selalu berdampingan denganmu.


aneh ya?

hari-hari berjalan seperti tanpa hambatan, rasanya hilang trauma & trust issues ku.

kepadamu, ku menaruh segala harapan

boleh aku berharap kamu masa depanku?

yang kelak menjadi pasangan hidupku

menemani hari-hariku, berjalan berdampingan bersamaku.


Jika Tuhan berkehendak, kamu benar jodohku

Bolehkah aku memohon untuk jangan ada tangan dan air mata lagi dihidupku.

Kalaupun akan ada, aku ingin kamu yang mengusap air mataku dan menenangkan hatiku.

Peluk aku, usap pelan pundakku, ucapkan hal-hal yang baik untukku.


Kepadamu, aku memohon dengan sangat.


-d-

30 Des 2022


**


Sabtu, 22 Februari 2020

290 tanpamu.

18.36 0 Comments
22 Februari 2020.


Tak terasa sudah 290 hari hidupku berjalan tanpa berkomunikasi denganmu
Kabarku kini baik-baik saja, namun terkadang masih teringat tentangmu dan tentang kita
Terkadang pula aku merindukanmu, obrolan kita berdua yang random dan lucu
Yang kini sudah tak ada lagi bertukar cerita serta canda tawa

Terlintas dibenakku, akankah kamu kembali?
Mengingatku dan menghubungiku lagi
Namun, itu hanya ilusiku
Seperti biasa, aku hanya bergurau yang nyatanya tidak akan terjadi begitu

290 hari hatiku masih penuh dengan pertanyaan
Apa alasan dan penyebab menghilangnya kamu
Kesalahan apa yang aku perbuat sampai aku bisa kamu tinggalkan
Banyak tanda tanya yang masih belum ku ketahui tentang aku dan kamu.

Jumat, 17 Mei 2019

Jika kamu pergi

19.11 0 Comments
Hasil gambar untuk pergi

Jika kamu pergi, tak ada lagi senyum yang hadir di bibirku.
Jika kamu pergi, tak ada lagi yang dapat ku tunggu.
Jika kamu pergi, tak ada lagi teman cerita yang selalu menemaniku disaat aku senang maupun sedih.
Jika kamu pergi, tak ada lagi mimpi yang seharusnya kita raih.

Bukankah seharusnya kamu menetap?
Tetap menyemangatiku saat ku sedang kesulitan,
menegurku bilaku salah,
mendampingiku disaat aku sendirian,

Seharusnya kamu jangan pergi.

Jumat, 05 April 2019

Penyangkalan.

22.04 0 Comments
Aku si penyangkal.
Yang selalu menyangkal bahwa semua terasa baik-baik saja, seolah tidak ada yang salah,
Namun nyatanya tidak sebaik itu.
Iya. semuanya berubah, semua terlihat berbeda.

Kata pasrah pun sudah mulai terlintas dihatiku
Sepertinya berusaha pun aku sudah tak mampu
Mencoba bertahan juga sudah aku lakukan.

Sudah seharusnya aku menambal hatiku yang telah rapuh, bukannya malah semakin membuatnya rapuh.
Aku juga perlu untuk bernafas lega, bukan menambah sesak di dada.

Apa ada yang kurang?
Aku dan kelakuanku kurang berkenan dihatimu?
Atau memang aku yang salah memperlakukanmu?

Sesungguhnya aku tidak ingin menyerah
Memperjuangkanmu sudah ku lakukan sebisaku
Menjadi yang terbaik untukmu, kurasa aku masih belum cukup bagimu.

Tidak nyaman?

21.50 0 Comments
Mungkin aku bukan rumahmu lagi.
Mungkin kamu sudah tidak betah.
Rasa nyaman sudah tidak lagi ada di hatimu.
Seperti cerita yang sudah,
Rumahmu sudah tidak ada lagi di aku.
Aku rasa begitu.






Aku,
Si pesimis yang mulai pasrah dengan kisah kasihku.

Jumat, 15 Maret 2019

Asumsiku.

07.40 0 Comments
Terkadang aku iri sama sepasang muda mudi yang bisa berusaha agar lancar dan tetep berjuang, yang bisa bertahan dan gak macem-macem, yang bisa saling melengkapi dan menjaga komunikasi dengan baik.

Kata-kata berubah menjadi perbandinganku antara dulu dan saat ini. Dulu, sangat manis, sangat indah, bahagia, senyumku sangat lebar membuat pipiku pegal namun candu. Senyum itu seolah aku tidak ingin lepas dan pergi ataupun ditinggalkan olehmu. Mengapa saat ini berbeda? Mengapa berubah?

Di fikiranku, banyak asumsi-asumsi yang menurutku belum tentu kebenarannya. Banyak hal-hal yang lebih sering aku tebak sendiri, tanpa tau kepastiannya.

Aku ingin mengetahuinya, namun aku takut untuk mengetahui segalanya. Aku takut segala kebenaran dan kepastian itu membuatku terluka dan sedih. Sudah cukup aku terlihat menyedihkan dan linglung, dan ber-'kedok' seolah aku biasa aja dan baik-baik saja. Seolah tidak terjadi apa-apa.

Aku berfikir aku mempunyai salah, namun kamu tidak mengkomunikasikannya padaku. Jangan buatku untuk berasumsi berlebihan.
Jadi, salahku? atau kamu yang sudah tidak betah?

Tetaplah menjadi dirimu yang aku kenal dulu, yang tidak berubah dan menyenangkan. Aku merindukan saat itu, aku merindukan kita.


Best Regards,
Dilah.
(15/03/2019)