IG : @ddinifw


Kamis, 21 Agustus 2014

Yang Aku Butuhkan Hanya Lelah!!!!

01.13 0 Comments
11965-I-m-Tired
Aku sudah lelah.
Maafkan aku yang lelah dengan semua pertanyaan yang berputar di kepala. Aku sudah lelah dengan segala persepsi yang terbentuk dari flim-film dan cerita dongeng berbalut kisah cinta bahagia abadi. Aku sudah lelah, bahkan dengan keinginan diri sendiri.
Aku sudah lelah dengan,
“Pasangan idaman adalah yang begini, pasangan idaman adalah yang begitu.”
Semua berputar-putar dan menjadi satu, membentuk satu sosok di ‘teater impian’. Sosok yang sempurna, yang tak punya celah. Sosok yang pada akhirnya kamu cari sebatas hanya karena diingini.
Dan ketika kamu terus mencari sosok yang sempurna, pada akhirnya apa yang didapati? Rasa lelah yang tak tertandingi, kebingungan yang terus menggerogoti, dan ketenangan yang terenggut karena terlalu lama sendiri.
Namun jatuh cinta bukanlah seperti itu. Atau setidaknya, jatuh cinta yang baik, jujur, serius, komitmen, dan ingin bahagia bersama tidaklah seperti itu. Jatuh cinta yang sempurna, sejatinya justru tidaklah sempurna. Karena apa? Karena pasangan yang paling sempurna adalah dua orang yang tidak sempurna, namun bertemu untuk saling memperbaiki.
Adalah sebuah keniscayaan bahwa pria dan perempuan adalah dua makhluk paling “lebih”.
tumblr_n7illeY8G01t04gw8o1_500
Pria, dalam beberapa kesempatan memang lebih kuat dari perempuan. Lebih kuat secara fisik, secara logika, secara psikologis. Namun jauh di dalam dirinya, sesungguhnya pria sangatlah lemah. Mereka hanya berusaha kuat, agar terlihat kuat di depan perempuan, dan tentunya di depan pria yang lain. Jauh di dalam dirinya, pria adalah makhluk paling manja dan kekanak-kanakan. Pria yang sudah punya segalanya, punya pekerjaan yang baik, penghasilan yang mapan, lalu berefek pada tubuh dan penampilan yang rupawan, yang terlihat sudah sempurna, itu hanya luarnya saja. Ketika ia pulang, merebahkan diri, yang ia inginkan hanyalah pelukan hangat, hanyalah belaian lembut, hanyalah obrolan renyah.
Seperti sudah takdir seorang pria –yang selalu jadi pemikir– akan sesekali terbersit dalam benaknya banyak pertanyaan,
Yang aku cari ini untuk siapa?
Aku bahagia, tapi bahagiaku harus kubagi dengan siapa?
Akhirnya semua pertanyaan itu menampar dan menyadarkan bahwa,
Bahagia yang sendirian lebih menyedihkan daripada menangis sendirian.
Beruntungnya aku sudah merasa lelah.
Sehingga kini, aku bisa menjawab semua pertanyaan itu.
Ternyata aku tidak butuh yang sempurna. Aku hanya butuh dia yang bisa memperbaiki aku.
Ternyata aku tidak butuh yang sempurna. Aku hanya butuh dia yang menenangkan dan selalu bisa menjadi teman berbagi.
Ternyata aku tidak butuh yang sempurna. Aku hanya butuh yang bahkan ketika aku sedang mengalami hari terburuk pun, yang aku ingin hanyalah untuk berada di sampingnya.
Ternyata aku tidak butuh yang sempurna. Aku hanya butuh kamu, yang tidak sempurna di mata semua orang, tetapi sempurna di mata dan hatiku sendiri.

Merasa kalau FEELING kalian KUAT?

00.24 0 Comments
Buat kalian para cewek, perempuan, wanita……………………....

Kalian ngerasa gak sih kalo feeling kalian tuh kuat, peka? Dalam arti, feeling kalian itu beneran bakal kejadian. Bukan yang suudzon gitu. Mungkin awalnya memang kalian suudzon. Tapi kalian gaasal nuduh kan. Pasti kalian bakal nyari bukti, fakta-fakta yang terkait tentang feeling kalian.
Ya, saya paham semua itu karena saya sama seperti kalian. Memang awalnya saya suudzon sama orang karena saya udah menyimpulkan kejadian secara singkat tanpa kebenarannya. Akhirnya, saya mencari bukti dan fakta yang sekiranya bisa aja terjadi menggunakan logika.
Menurut saya, saya itu sesosok perempuan yang gak cuma mengandalkan perasaan. Saya juga menggunakan logika agar gak terbawa emosi dan bisa menyikapinya dengan baik. Saya paham sama diri saya, kalau sepenuhnya saya menggunakan perasaan, pasti mood saya akan berantakan. Saya juga termasuk moody-an. Saya sadar, orang-orang yang dekat dengan saya saat saya sedang moody-an pasti mereka muak, kesel, bahkan mereka gak suka. Makanya saya juga menggunakan logika agar bisa meng-control perasaan saya.
Balik lagi ke feeling. Terkadang apa yang udah kita temuin buat jadi bukti itu memang bikin hati kita nano-nano. Berantakan-gak karuan-gak jelas. Baru sekali nemuin bukti udah berasa kayak mau meninggal muda. Rasanya mau nyudahin pencarian bukti-bukti itu. Tapi masih penasaran sama bukti selanjutnya. Kalau masih mau nyari bukti pun itu juga mesti nunggu hati tenangan. Biar gak jantungan parah.
Sempet bertanya-tanya juga. Kenapa sih cewek, perempuan, wanita feelingnya mesti kuat? Mesti peka? Bukannya cewek, perempuan, wanita termasuk makhluk yang lemah, rapuh. Kok bisa-bisanya dikasih feeling yang kuat dan rasa penasaran yang tinggi buat mengetahui kebenaran atas feelingnya. Kalo misalnya feelingnya buruk terus pas udah nyari bukti+faktanya beneran buruk gimana? Emang gak nyiksa diri? Apa kabar batinnya?
Salut lah sama cewek, perempuan, wanita yang seperti ini. Udah tau lemah, rapuh tapi masih aja mau nyanggupin buat menggunakan feelingnya tanpa perduli baik atau buruk. Masih mau nyari jawaban atas rasa penasarannya.

Saya salut:’) #prayforladies #saveladies #ladiesstronger #karenawanitamakhlukperasa #merdekawanita :’D

Senin, 11 Agustus 2014

Alasan-Alasan Orang Terlalu Lama Sendiri

12.32 0 Comments
Terlalu lama sendiri karena terlalu lama menanti… yang tidak pasti.
Terlalu lama sendiri karena terlalu takut untuk mulai… dan kurang bersyukur dengan yang ada kini.
Terlalu lama sendiri karena terlalu pemilih karena hanya ‘ingin’ yang dicari, bukan butuh yang dipenuhi.
Terlalu lama sendiri karena terlalu mudah memalingkan diri,… kepada dia yang indahnya hanya saat ini.
Terlalu lama sendiri karena yang datang bertujuan hanya untuk pergi, tidak untuk tinggal di dalam hati.
Terlalu lama sendiri karena punya terlalu banyak alasan untuk memberikan (dan/atau menagih) kepastian.
Terlalu lama sendiri karena terlalu berharap dia yang sudah pergi akan kembali.
Terlalu lama sendiri karena jemawa merasa bisa hidup sendirian,… sampai datang rasanya kesepian.
Terlalu lama sendiri karena memang setiap jatuh cinta, jatuh cintanya cuma sendiri. Dianya nggak.
Terlalu lama sendiri karena takut disakiti (lagi).
.
.
.
Terlalu lama sendiri karna emang gak ada yang mau.



Kamu, yang mana?
*ps: copy-paste dari blognya @daraprayoga_ http://daraprayoga.com/alasan-alasan-orang-terlalu-lama-sendiri/