IG : @ddinifw


Sabtu, 06 Februari 2016

Bahagiaku (bukan) karenamu

08.59 0 Comments
Ya, ternyata tanpamu aku masih bisa bahagia loh..

Aku ingin memberitahumu bahwa aku masih bisa bahagia selepas kamu pergi meninggalkanku.
Tepatnya aku semakin bahagia saat kamu sudah tidak lagi disisiku.

Ya, dulu memang aku sempat berfikir bahwa aku tidak bisa bahagia tanpamu.
Ternyata aku salah.
Pikiranku saat itu sedang payah, sepayah-payahnya.

Sekarang aku bisa mengekspresikan diriku sebebas-bebasnya tanpa larangan darimu.
Aku bisa tertawa lepas tanpa beban.
Aku bersyukur masih bisa merasakan nikmat yang tuhan berikan untukku meski tanpamu disisiku..

Kamis, 04 Februari 2016

Dariku..

15.40 0 Comments
Kebahagiaanku menikmati waktu-waktu yang tercipta atas adanya kebersamaan kita tanpa sengaja. 
Menikmati setiap keadaan yang di atur oleh semesta tanpa dibuat-buat. Setiap kesempatan datang begitu saja membuat aku selalu melakukan tawar-menawar dengan hati dan perasaanku.

Sungguh, bukan inginku untuk mendrama dan menjadi melankolis atas ketidak sengajaan ini.
Jujur, aku sungguh bersyukur kepada semesta yang telah mengerti inginku, yang ingin kita berdekatan seperti dahulu.

Rindu memang tiada habisnya. Rindu memang candu. Apakah rinduku membuat kamu mengerti akan inginku?

Aku merindukanmu, pagi-siang-sore-malam. Dari kemarin hingga saat ini. Rasa ini sulit pudar bahkan sulit juga untuk padam.

Ku ingin kau mengerti, aku selalu berdoa agar semesta selalu bisa menyatukan kita bagaimana pun caranya.
Aku ingin kamu memahami rasa ini. Rasa yang menurutmu berlebihan bahkan terlalu mendrama, namun tidak bagiku. Karena rasa cinta tumbuh dengan alasan.

Aku mencintaimu hingga saat ini karena kamu telah mencintaiku (dulu).

Dari aku yang menunggu keajaiban semesta.

Rabu, 03 Februari 2016

Rindu...

11.02 0 Comments
Kepadamu yang selama ini aku tunggu.
Kamu harus tahu bahwa aku menunggumu dalam rindu.

Maaf bila selama ini aku bungkam, diam seribu bahasa.
Seolah aku baik-baik saja.
Seolah aku bahagia tanpa melihatmu.
Seolah aku bisa tersenyum atas kepergianmu.

Bagaimana caranya aku meluapkan rasa rinduku?
Haruskah aku berbisik padamu atau haruskah aku berteriak agar seluruh alam semesta tahu bahwa aku sungguh merindukanmu?
Bagaimana jika rasa rinduku tak terdengar olehmu?
Haruskah aku memaksamu agar kamu mengetahui isi hatiku yang seluruhnya untukmu?

Rasa rindu ini menyiksa.
Rindu ini membuatku tak berdaya.
Apa rinduku akan terbalaskan?
Jika tidak sungguh sangat menyakitkan.

Dariku,
Yang setia menunggumu dalam rindu.