IG : @ddinifw


Jumat, 17 Mei 2019

Jika kamu pergi

19.11 0 Comments
Hasil gambar untuk pergi

Jika kamu pergi, tak ada lagi senyum yang hadir di bibirku.
Jika kamu pergi, tak ada lagi yang dapat ku tunggu.
Jika kamu pergi, tak ada lagi teman cerita yang selalu menemaniku disaat aku senang maupun sedih.
Jika kamu pergi, tak ada lagi mimpi yang seharusnya kita raih.

Bukankah seharusnya kamu menetap?
Tetap menyemangatiku saat ku sedang kesulitan,
menegurku bilaku salah,
mendampingiku disaat aku sendirian,

Seharusnya kamu jangan pergi.

Jumat, 05 April 2019

Penyangkalan.

22.04 0 Comments
Aku si penyangkal.
Yang selalu menyangkal bahwa semua terasa baik-baik saja, seolah tidak ada yang salah,
Namun nyatanya tidak sebaik itu.
Iya. semuanya berubah, semua terlihat berbeda.

Kata pasrah pun sudah mulai terlintas dihatiku
Sepertinya berusaha pun aku sudah tak mampu
Mencoba bertahan juga sudah aku lakukan.

Sudah seharusnya aku menambal hatiku yang telah rapuh, bukannya malah semakin membuatnya rapuh.
Aku juga perlu untuk bernafas lega, bukan menambah sesak di dada.

Apa ada yang kurang?
Aku dan kelakuanku kurang berkenan dihatimu?
Atau memang aku yang salah memperlakukanmu?

Sesungguhnya aku tidak ingin menyerah
Memperjuangkanmu sudah ku lakukan sebisaku
Menjadi yang terbaik untukmu, kurasa aku masih belum cukup bagimu.

Tidak nyaman?

21.50 0 Comments
Mungkin aku bukan rumahmu lagi.
Mungkin kamu sudah tidak betah.
Rasa nyaman sudah tidak lagi ada di hatimu.
Seperti cerita yang sudah,
Rumahmu sudah tidak ada lagi di aku.
Aku rasa begitu.






Aku,
Si pesimis yang mulai pasrah dengan kisah kasihku.

Jumat, 15 Maret 2019

Asumsiku.

07.40 0 Comments
Terkadang aku iri sama sepasang muda mudi yang bisa berusaha agar lancar dan tetep berjuang, yang bisa bertahan dan gak macem-macem, yang bisa saling melengkapi dan menjaga komunikasi dengan baik.

Kata-kata berubah menjadi perbandinganku antara dulu dan saat ini. Dulu, sangat manis, sangat indah, bahagia, senyumku sangat lebar membuat pipiku pegal namun candu. Senyum itu seolah aku tidak ingin lepas dan pergi ataupun ditinggalkan olehmu. Mengapa saat ini berbeda? Mengapa berubah?

Di fikiranku, banyak asumsi-asumsi yang menurutku belum tentu kebenarannya. Banyak hal-hal yang lebih sering aku tebak sendiri, tanpa tau kepastiannya.

Aku ingin mengetahuinya, namun aku takut untuk mengetahui segalanya. Aku takut segala kebenaran dan kepastian itu membuatku terluka dan sedih. Sudah cukup aku terlihat menyedihkan dan linglung, dan ber-'kedok' seolah aku biasa aja dan baik-baik saja. Seolah tidak terjadi apa-apa.

Aku berfikir aku mempunyai salah, namun kamu tidak mengkomunikasikannya padaku. Jangan buatku untuk berasumsi berlebihan.
Jadi, salahku? atau kamu yang sudah tidak betah?

Tetaplah menjadi dirimu yang aku kenal dulu, yang tidak berubah dan menyenangkan. Aku merindukan saat itu, aku merindukan kita.


Best Regards,
Dilah.
(15/03/2019)

Selasa, 05 Februari 2019

haruskah terbiasa?

19.19 0 Comments
Hari telah berlalu
Aku selalu merindu
Merindukan mu
dan entah kapan kita akan bertemu

Kamu, yang selalu kutunggu
Namun sepertinya kamu tak tahu tentang itu
Apakah aku harus terbiasa?
Selalu menunggumu tanpa tau hasilnya

Terlihat menyedihkan
Aku senantiasa menunggu kabarmu
Aku membuang segala keegoisan
Karena aku selalu percaya, kamu akan ada untukku

Ku mohon....
Jangan buat aku terbiasa tanpamu
Menunggumu saja sudah sulit bagiku
Aku yang selalu ingin dibahagiakanmu
dan ku ingin kita bisa saling berbahagia,
berdua.

Tertanda,
Penulis — 2020