IG : @ddinifw


Sabtu, 31 Januari 2015

Awan dan kisah kita

10.25 0 Comments
Sore itu, kita memandang birunya langit. Gumpalan awan-awan lucu berada di sana untuk memperindah semesta yang kadang suka kita imajinasikan. Hembusan angin yang membuat sore itu terasa sejuk, karena aku berada disisimu.

Rasanya, aku tak ingin sore itu lenyap tergantikan oleh malam. Kebersamaan kita setiap sore itu membuatku terasa nyaman denganmu.

Namun kini, Gumpalan awan-awan tersebut terasa berbeda. Terkadang gumpalan awan yang biasanya mengiasi langit pun tak hadir memperindah semesta. Karakter awan-awan lucu yang dulu suka kita imajinasikan hilang diterjang awan mendung. Hembusan angin yang dulu sejuk kini terasa sangat dingin. Kamu sudah tidak berada disisiku.

Sekarang, setiap aku melihat gumpalan awan dan merasakan hembusan angin sore, aku teringat dengan kisah kita. Bisakah kita seperti dulu? Gumpalan awan, hembusan angin disore hari. ah... andai dapat merasakan lagi kebersamaan yang dulu pernah ada.

Senin, 19 Januari 2015

AKM 1B - METODE PERSEDIAAN ECERAN, PENYAJIAN DAN ANALISIS

23.24 0 Comments
Penilaian Persediaan
1. Penilaian dengan pendekatan arus harga pokok (cost basic flow approach)
Dalam pendekatan ini terdapat dua sistem pencatatan persediaan yaitu sistem periodik dan sistem perpetual yang masing-masing ada tiga cara penilaian persediaan, yaitu:
  • FIFO (First in First Out), masuk pertama keluar pertama
Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan nilai perolehan awal(pertama) masuk akan dijual (digunakan) terlebih dahulu, sehingga persediaan akhir dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir masuk (dibeli). Metode ini cenderung menghasilkan persediaan yang nilainyatinggi dan berdampak pada nilai aktiva perusahaan yang dibeli.
  • LIFO (Last In First Out), masuk terakhir keluar pertama
Metode ini menyatakan bahwa persediaan dengan nilai perolehan terakhirmasuk akan dijual (digunakan) terlebih dahulu, sehingga persediaan akhirdinilai dan dilaporkan berdasarkan nilai perolehan persediaan yang awal (pertama) masuk atau dibeli. Metode ini cenderung menghasilkan nilai persediaan akhir yang rendah dan berdampak pada nilai aktiva perusahaanyang rendah.
  • Metode Rata-rata (average method)
Dengan menggunakan metode ini nilai persediaan akhir akan menghasilkannilai antara nilai persediaan metode FIFO dan nilai persediaan LIFO. Metodeini juga akan berdampak pada nilai harga pokok penjualan dan laba kotor.

2. Penilaian Persediaan Selain Arus Harga Pokok
Dalam pendekatan ini ada tiga metode yang digunakan, yaitu:
  • Lower Cost of Market
Yaitu metode harga terendah antara harga pokok dan harga pasar.Metode ini dapat diterapkan dalam kondisi persediaan tidak normal,misalnya cacat, rusak dan kadaluarsa. Pokok dari metode ini adalahmembandingkan nilai yang lebih rendah antara nilai pasar (replacementvalue) dan nilai perolehan (cost). Nilai pasar yang akan dipilih harus dibatasi,yaitu tidak boleh lebih rendah dari batas bawah (floor limit) dan tidak bolehlebih tinggi dari batas atas (ceiling limit).
  • Gross Profit Method
Metode laba kotor ini bersifat estimasi dalam penilaian persediaannya.Biasanya diterapkan karena keterbatasan dokumen yang terkait denganpersediaan, misalnya karena terjadi bencana kebakaran dan banjir. Dasar penilaian persediaannya adalah pada persentase laba kotor perusahaantahun berjalan atau rata-rata selama beberapa tahun. Langkah-langkah yang dilakukan adalah:
  1. mengestimasi nilai penjualan tahun berjalan,
  2. menghitung nilai harga pokok penjualan berdasarkan padapersentase laba kotor yang telah diketahui
  3. menghitung estimasi nilai persediaan akhir denganmengurangkan harga pokok penjualan terhadap penjualan
  • Retail Method
Metode eceran ini menilai persediaan akhir dengan cara menghitung terlebihdahulu nilai persediaan akhir berdasarkan eceran. Nilaii persediaan akhirdengan harga pokok akan diketahui dengan cara menghitung rasio antara nilaipersediaan yang tersedia untuk dijual dengan pendekatan harga pokok dibandingkan dengan pendekatan ritel

METODE HARGA JUAL ECERAN
Metode ini biasanya digunakan pada perusahaan retail dan department store, yang memperjualbelikan banyak jenis barang dengan frekuensi perputaran barang yang relatif tinggi.
Alasan digunakannya metode harga jual eceran :
  1. Banyaknya jenis barang dengan tingkat perputainggi menyebabkan tidak dimungkinkannya penggunaan sistem permanen (perpetual) maupun sistem fisik (lazimnya stock opname dilakukan sekali, yaitu pada setiap akhir tahun)
  2. Penggunaan harga jual sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen.
Tujuan penggunaan Metode Harga Jual Eceran :
  1. Untuk menentukan nilai persediaan dalam rangka penyusunan laporan keuangan jangka pendek, di mana tidak dimungkinkan untuk melakukan stock opname. 
  2. Sebagai alat untuk menentukan harga pokok (taksiran) dari kuantitas barang yang ada di gudang (harga pokok persediaan akhir) 
  3. Sebagai pengawasan terhadap aktivitas pembelian, penjualan, dan mendeteksi adanya kemungkinan terjadinya manipulasi persediaan.

Prosedur Penentuan Nilai Persediaan

Pada Metode Harga Jual Eceran, pembukuan yang berhubungan dengan barang dagangan diselenggarakan dan dinyatakan dalam dua macam harga, yaitu Harga Pokok dan Harga Jual Eceran.
  1. Tahap-tahap penentuan persediaan dengan metode harga jual eceran :
  2. Penentuan besarnya barang tersedia untuk dijual dengan harga pokok dan harga jual eceran 
  3. Penentuan Cost Ratio 
  4. Penentuan besarnya Penjualan bersih 
  5. Penentuan nilai persediaan akhir menurut harga jual eceran 
  6. Penentuan taksiran harga pokok persediaan akhir

AKM 1A - AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI DAN PEMBERHENTIAN AKTIVA TETAP

22.39 0 Comments
 A.    Aktiva Tetap Tidak Dapat Diperbaharui
Adalah penyusutn atas harta – harta berupa kekayaan alam seperti tambang  batu bara, tambang timah. Penyusutan biasanya dilakukan berdasarkan berupa perkiraan kapasitas produk tambang dibandingkan dengan jumlah perkiraan kandungan barang tambang tersebut.

      B.     Pemberhentian Aktiva Tetap
Jika aktiva tetap telah habis masa manfaatnya berarti pada saat penghentian aktiva tetap tersebut telah disusutukan secara penuh.
Penghentian aktiva tetap sebelum habis masa manfaatnya dapat dilakukan dengan cara dijual atau ditukar dengan aktiva sejenis ataupun tidak sejenis.
1.      Pertukaran aktiva tetap sejenis
Pertukaran yang dilakukan antara aktiva tetap yang sejenis saja dan berfungsi sama. Bila terjadi laba karena pertukaran maka tidak akan diakui, tetapi jika terjadi rugi maka harus diakui.
2.      Pertukaran aktiva tetap tidak sejenis
Pertukaran aktiva tetap yang secara fungsi berbeda. Bila terjadi laba dan rugi dalam pertukaran akan diakui dan dicatat dalam akuntansi.

      C.    Penjurnalan Penjualan Aktiva Tetap
Penjualan aktiva tetap dapat menimbulkan keuntungan jika dijual di atas nilai sisanya, atau menimbulkan kerugian jika dibawah nilai sisanya.

             D.    Konversi terpaksa
Ialah penghentian pemakaian aktiva tetap yang disebabkan oleh jenis – jenis kejadian yang tidak dapat dikendalikan seperti kebakaran, gempa bumi, banjir, atau pengapkiran.

AKM 1A - PENYUSUTAN AKTIVA TETAP TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI PENYAJIAN DAN ANALISIS (Pertemuan 13)

21.42 0 Comments
Karakteristik Aktiva Tetap
ada 3 yaitu :
1.      Digunakan dalam operasi perusahaan dan untuk dijual kembali
2.      Brumur jangka panjang dan sebagai subyek penyusutan
3.      Substansi fisik.

Penilaian Aktiva Tetap
Yaitu:
1.        Aktiva yang umurnya terbatas = Harga perolehan – akumulasi depresiasi atau deplesi
2.        Aktiva yang umurnya tidak terbatas = Harga perolehan

Akuisisi Aktiva Tetap
Akuisisi adalah harga yang dibayarkan guna mempeoleh hak property untuk mencari dan menentukan sumber daya alam yang belum ditemukan atau harga yang harus dibayar untuk sumber daya yang ditemukan.
Perusahaan menggunakan biaya historis sebagai dasar untuk menilai aktiva tetap berwujud. Biaya historis diukur oleh kas atau harga ekuivalen kas untuk memperoleh aktiva dan membawanya ke lokasi serta kondisi yang diperlukan untuk tujuan penggunaanya.
Alasan digunakan biaya historis :
·                 Pada tanggal akuisisi, biaya merefleksikan nilai wajar
·                 Biaya historis melibatkan biaya aktual bukan transaksi hipotesis sehingga ini hal penting yang diandalkan
·                 Keuntungan serta kerugian sebaiknya diantisipasi, tetapi harus diakui ketika aktiva dijual

Perolehan Aktiva Tetap
Antara lain:
1.            Pembelian Tunai (terpisah dan gabungan)
2.            Penerbitan surat berharga
3.            Pertukaran
4.            Membangun sendiri
5.            Perjanjian sewa guna usaha
6.            Ditukar dengan aktiva lain / non moneter
a.       Ditukar dengan aktiva tidak sejenis
b.       Ditukar dengan aktiva sejenis
c.       Pembelian angsuran
d.      Hadiah / donasi

Biaya – Biaya Selama Penggunaan Aktiva Tetap
Biaya-biaya yang digunakan selama penggunaan aktiva tetap, antaralain:
·         Reparasi dan Pemeliharaan
Terdapat 2 perlakuan untuk mencatat biaya reparasi, yakni:
a.   Menambah harga perolehan aktiva tetap, jika biaya ini dikeluarkan untuk menaikkan nilai kegunaan aktiva tetap dan tidak menambah umum
b.  Mengurangi akumulasi depresiasi, jika biaya ini dikeluarkan untuk memperpanjang umur aktiva tetap dan mungkin juga nilai residunya
·         Penggantian
Penggantian adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti aktiva atau suatu bagian aktiva dengan unit yang baru yang tipenya sama. Apabila penggantian tersebut memakan biaya yang cukup besar dan digantikan dengan harga perolehan baru, dan begitu pulan dengan akumulasi depresiasi.

            Aktiva tetap dicatat sebesar harga perolehan, harga perolehan adalah semua pengeluaran yang terjadi dalam rangka memperoleh aktiva tetap sampai aktiva tersebut siap digunakan.

Harga perolehan, terdiri dari:
a.      Harga beli
b.      Biaya survei
c.      Biaya asuransi dalam perjalanan
d.     Biaya broker
e.      Biaya pemasangan
f.       Biaya uji coba, dll

            Penggunaan aktiva tetap tidak lepas dari pengertian penyusutan, penyusutan yaitu proses alokasi harga perolehan menjadi beban selama usia ekonomis aktiva tetap secara rasional dan sistematis.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusutan, antaralain:
1.      Harga perolehan
2.      Umur ekonomis
3.      Nilai sisa

Pemberhentian Aktiva Tetap
Penggunaan aktiva tetap tidak lepas dari pengertian penyusutan ( depreciation ) yang merupakan proses alokasi harga perolehan menjadi beban selama usia ekonomis aktiva tetap secara rasional dan sistematis.

Metode penyusutan, terdiri dari:
1.            Metode Garis Lurus adalah penyusutan tiap periode tetap dan tidak memperhatikan pola penggunaan aktiva tetap.
Penyusutan                 = ( harga perolehan – nilai sisa ) / umur ekonomis
Tarif penyusutan        =  100% : umur ekonomis
Penyusutan                 = tarif * harga perolehan
Rumus:


2.            Metode Saldo Menurun adalah penyusutan yang menghasilkan beban penyusutan yang semakin menurun setiap periode.
Rumus:
Beban Penyusutan      =( 100% : umur ekonomis )* 2

3.            Metode Unit Aktivitas adalah penyusutan yang menghasilkan beban penyusutan yang mengalami fluktuasi setiap tahun.
Rumus
Tarif Penyusutan         = ( harga perolehan – nilai sisa ) / estimasi aktivitas  
Penyusutan                  = tarif penyusutan * aktivitas yang dilakukan



Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan manfaat terhadap aktiva tetap, yakni:
1.            Penyusutan fisik adalah penurunan masa manfaat yang diakibatkan karena kerusakan, kecacatan, pembusukan, dll.
2.            Penyusutan fungsional adalah penurunan masa manfaat yang diakibatkan karena ketidaklayakan atau keusangan.

Penurunan Nilai Aktiva Tetap
Suatu aktiva turun nilainya jika nilai tercatatnya melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Penurunan nilai tersebut dianggap sebagai kerugian dalam laporan keuangan.

Penyajian Dan Analisis Aktiva Tetap
1.        Rasio perputaran aktiva                            ( penjualan bersih  :  rata2  total aktiva )
2.        Rasio marjin laba terhadap penjualan       ( laba bersih  :  penjualan bersih )

3.        Tingkat pengembalian atas aktiva             ( laba bersih  :  rata – rata total aktiva )