IG : @ddinifw


Rabu, 25 Februari 2015

Ada apa denganmu?

13.15 0 Comments
Hai kamu.... sudah lama kita tak bertegur sapa, apalagi berjumpa.
Sekilas keberadaanmu dan kini kamu menghilang dari peredaran kehidupanku.
Dimana kamu? Kemana saja kamu?

Ini tentang datang dan pergi, hadir dan lenyap, ada dan hilang, dekat dan menjauh.
Kamu datang, kamu hadir, kamu ada, kamu mendekat. Kemudian kamu pergi, kamu lenyap, kamu hilang, lalu kamu menjauh.
Ada apa ini? Apa ada yang salah? Ada apa denganmu?

Kamu menghilang karena apa? Apa kamu sengaja agar aku mencarimu?
Memang bukan kewajibanmu untuk selalu berkabaran dengan aku.
Perihal menunggumu kembali hadir dikehidupanku itu pasti akan aku lakukan. Namun aku sadar diri, posisiku saat ini bukanlah siapa-siapamu. Melainkan hanya pengagum rahasiamu yang tak kamu ketahui.

Memang tidak seharusnya aku berlebihan mengharapkan kamu datang lagi seperti ini.
Ruang gerakku terbatas untuk mengungkapkan isi dihatiku. Lalu aku harus bagaimana? Apa yang harus aku perbuat?

Aku terserang rindu, rindu akan kedekatan kita...
Kini, aku sedang menanti kabar darimu. Hingga lelah aku akan menanti.

Maaf jika kegiatan ku yang menunggu dan menanti kabar darimu mengganggu hari-harimu....

Selasa, 10 Februari 2015

Dulu. Aku kangen dulu.

16.48 0 Comments
Dear, kamu...

Saat ini aku merindukanmu. Perasaan itu muncul pada saat kamu bukan milikku lagi.
Ya, aku kangen kamu..... Lebih tepatnya kangen kita yang dulu. Kita yang saling melengkapi, kita yang selalu bersama, kita yang saling melempar kalimat-kalimat manis yang membuat kita sama-sama dalam satu titik, saling jatuh cinta.

Dulu, kamu yang menjadi alasanku untuk selalu bercanda, tertawa bahagia. Bersamamu aku merasa bahagia dan nyaman. Rasanya ku tak ingin melepaskanmu.....
Dulu, kamu yang buat hari-hariku berwarna. dulu aku sangat menikmati indahnya kita saat bersama. Ya, itu dulu, sebelum kita berpisah.

Jujur, aku kangen masa-masa itu. Masa-masa disaat kita bersama, kita yang selalu berdampingan, kita yang saling melangkah untuk masa depan.
Sayangnya, kita sudah tidak bisa masuk ke dimensi itu lagi.
Semesta sudah memutuskan ku untuk menjalani hari-hari tanpa kamu, tanpa cerita kita lagi.
Kini hidup kita sudah masing-masing tak lagi bersama.
Aku menjalani hari-hariku dengan duniaku, dan kamu menjalani hari-harimu dengan duniamu. Duniaku kini bukan denganmu lagi.

Kini, kita melangkah tak lagi beriringan.
Kita tak lagi saling menggenggam tangan.
Sekarang rasanya sangat berbeda.
Tak ada lagi canda tawa yang renyah.
Tak ada lagi kata-kata manis darimu yang selalu mengisi hari-hariku.
Semua telah berbeda, semua berubah.

Kenapa harus secepat ini kita berpisah?
Kenapa harus kita yang mengalami perubahan ini?
Aku, kamu, kita. Kini tak ada lagi dunia kita untuk bersama.
Jika kita memang tak ditakdirkan bersama, kenapa dulu kamu yang menjadi salahsatu alasanku untuk selalu tersenyum?
Dulu, aku yakin bahwa kamulah teman hidupku selamanya.
Nyatanya...semua sirna. Karna keegoisanmu, keegoisanku.

Kenapa bahagia kita cuma sesaat?
Kenapa kita tak bisa lagi seperti dulu?
Perubahan kita membuatku muak. Apa kamu merasakan hal yang sama?
Aku tak mau larut dalam kesedihanku, tapi hatiku masih belum rela untuk melepaskanmu.
Andai kita masih bisa bersama. Tidak saling egois. Mungkin kita bisa melanjutkan cerita manis lagi.

Sekarang aku tidak bisa membohongi perasaanku.
Nyatanya kini aku kangen kamu, aku rindu kamu........................
Aku harus belajar 'sadar diri', karena kini aku bukan siapa-siapamu lagi.
Maaf bila aku lancang menulis surat ini untukmu
Dulu, aku kangen dulu, saat aku bersamamu.
Saat kita saling menyatu :')

Dari aku yang sedang merindu.

Sabtu, 07 Februari 2015

(masih) untukmu..

11.25 0 Comments
Kukirimkan surat ini khusus untuk kamu lelaki yang pernah mengisi hari-hariku, yang pernah memberi warna dikehidupanku, yang pernah hadir dan sempat menetap dihatiku.
Surat ini masih untukmu.
Isi surat ini masih tersirat tentang perasaanku padamu.

Apa kabar kamu kini setelah kita tak bersama lagi?
Sekarang siapa yang mengisi kekosongan hatimu setelah aku pergi?
Kini siapa lagi yang mendampingi kamu?
Saat ini siapa yang kamu kabari setelah berpisah denganku?
Pertanyaan itu ku lontarkan karena aku ingin tahu siapa yang berada dihatimu saat aku sudah tidak bersamamu lagi.

Apa kamu ingin tahu kabarku setelah lepas darimu?
Aku baik-baik saja, sayang.
Iya, Aku terlihat baik-baik saja.
Mencoba melupakan kita secara bertahap.
Saat ini Aku masih sendiri, hatiku masih terisi dengan cerita tentang kita, semua kenangan kita masih hadir dalam ingatanku.
Sampai saat ini aku masih mengharapkan kamu hadir kembali lagi di duniaku.

Salahkah aku mengharapkan kamu kembali?
Sejujurnya, perasaanku masih ada untukmu, kuharap sudah tersisa sedikit.
Namun kini Aku sudah muak menanti dirimu yang tak pasti akan kembali.
Sejujurnya aku sudah lelah menunggu, berharap, dan menginginkan kamu hadir di duniaku lagi.


Dari aku yang masih menantimu.
Jika kamu ingin kembali, Aku masih ada untukmu.