IG : @ddinifw


Selasa, 10 Februari 2015

Dulu. Aku kangen dulu.

Dear, kamu...

Saat ini aku merindukanmu. Perasaan itu muncul pada saat kamu bukan milikku lagi.
Ya, aku kangen kamu..... Lebih tepatnya kangen kita yang dulu. Kita yang saling melengkapi, kita yang selalu bersama, kita yang saling melempar kalimat-kalimat manis yang membuat kita sama-sama dalam satu titik, saling jatuh cinta.

Dulu, kamu yang menjadi alasanku untuk selalu bercanda, tertawa bahagia. Bersamamu aku merasa bahagia dan nyaman. Rasanya ku tak ingin melepaskanmu.....
Dulu, kamu yang buat hari-hariku berwarna. dulu aku sangat menikmati indahnya kita saat bersama. Ya, itu dulu, sebelum kita berpisah.

Jujur, aku kangen masa-masa itu. Masa-masa disaat kita bersama, kita yang selalu berdampingan, kita yang saling melangkah untuk masa depan.
Sayangnya, kita sudah tidak bisa masuk ke dimensi itu lagi.
Semesta sudah memutuskan ku untuk menjalani hari-hari tanpa kamu, tanpa cerita kita lagi.
Kini hidup kita sudah masing-masing tak lagi bersama.
Aku menjalani hari-hariku dengan duniaku, dan kamu menjalani hari-harimu dengan duniamu. Duniaku kini bukan denganmu lagi.

Kini, kita melangkah tak lagi beriringan.
Kita tak lagi saling menggenggam tangan.
Sekarang rasanya sangat berbeda.
Tak ada lagi canda tawa yang renyah.
Tak ada lagi kata-kata manis darimu yang selalu mengisi hari-hariku.
Semua telah berbeda, semua berubah.

Kenapa harus secepat ini kita berpisah?
Kenapa harus kita yang mengalami perubahan ini?
Aku, kamu, kita. Kini tak ada lagi dunia kita untuk bersama.
Jika kita memang tak ditakdirkan bersama, kenapa dulu kamu yang menjadi salahsatu alasanku untuk selalu tersenyum?
Dulu, aku yakin bahwa kamulah teman hidupku selamanya.
Nyatanya...semua sirna. Karna keegoisanmu, keegoisanku.

Kenapa bahagia kita cuma sesaat?
Kenapa kita tak bisa lagi seperti dulu?
Perubahan kita membuatku muak. Apa kamu merasakan hal yang sama?
Aku tak mau larut dalam kesedihanku, tapi hatiku masih belum rela untuk melepaskanmu.
Andai kita masih bisa bersama. Tidak saling egois. Mungkin kita bisa melanjutkan cerita manis lagi.

Sekarang aku tidak bisa membohongi perasaanku.
Nyatanya kini aku kangen kamu, aku rindu kamu........................
Aku harus belajar 'sadar diri', karena kini aku bukan siapa-siapamu lagi.
Maaf bila aku lancang menulis surat ini untukmu
Dulu, aku kangen dulu, saat aku bersamamu.
Saat kita saling menyatu :')

Dari aku yang sedang merindu.

Tidak ada komentar: