IG : @ddinifw


Kamis, 07 Mei 2015

Bisnis Kue Cubit #

14.16 1 Comments
Mungkin jika dilihat dari namanya terkesan agak sedikit unik “kue cubit”. Kenapa disebut sebagai kue cubit, apakah jika digigit kue ini akan menggigit kita?. Ternyata kue ini adalah jajanan tradisional yang biasanya dijajakan di Kota Jakarta dan Bandung. Meskipun kue cubit dikatakan sebagai jajanan tradisonal di era tahun 1990’an namun jangan salah, kue ini banyak digemari oleh banyak orang karena harganya yang sangat meriah. Jika kita sedang berada di Kota Jakarta ataupun Kota Bandung akan kita temui banyak pedagang yang menjual kue cubit. Kue cubit ini memiliki cita rasa manis dan bertekstur empuk sehingga sangat disayangkan jika jajanan ini dilewatkan. Kue ini memiliki ukuran yang sangat kecil maka disebut sebagai kue cubit. Pada umumnya kue cubit hanya sekedar kue lalu ditambahkan dengan meces. Namun kali ini yang sedang ngetrand adalah kue cubit green tea, untuk membuat kue cubit green tea ini menggunakan adonan green tea. Kue cubit green tea pasti memiliki rasa yang lebih nikmat dengan rasa tehnya. Penggemar dari kue cubit green tea ini juga banyak mulai dari kalangan anak – anak hingga kalangan dewasa.

Deskripsi Usaha Kue Cubit Green Tea

Tujuan dan Manfaat Usaha Kue Cubit Green Tea
Kue cubit merupakan jajanan tradisional yang populer pada tahun 1990. Ketika Anda akan menggeluti usaha kue cubit green tea ini dengan tujuan untuk mengobati kerinduan masyarakat terhadap makanan jaman dahulu dan sebagai salah satu upaya untuk menghidupkan kembali jajanan tradisional. Dengan menjalankan usaha kue cubit green tea ini Anda bisa mendatangkan keuntungan dan bisa mengurangi jumlah pengangguran jika Anda merekrut tenaga kerja untuk membantu usaha Anda.
Gambaran Produk Kue Cubit Green Tae
Makanan yang akan ditawarkan kepada consumen merupakan jajanan tradisional yang pernah populer di era tahun 90’an. Kue cubit sudah banyak dikenal oleh masyarakat terutama mereka yang lahir di era 90’an.  Jajanan ini terkenal sebagai jajanan yang enak, sehat dan mudah didap dengan harga yang sangat terjangkau. Kue cubit green tea merupakan bentuk inovasi dari kue cubit dengan cita rasa the hijau yang terbilang unik, baru dan menyehatkan.
Keunikan Produk
Usaha kue cubit green tea merupakan inovasi dari kue cubit pada umunnya disajikan sebagai jajanan tradisional sebagai pengobat rindu pada era 90’an. Usaha kue cubit green tea ini didirikan dengan membuka kedai sederhana dengan konsep jaman dulu sehingga memberi nuansa kempada pada jaman dahulu. Untuk kemasan dari kue cubit green ini akan dikemas dengan menggunakan kemasan dari bahan daur ulang sehingga ramah lingkungan.
Lokasi usaha
Lokasi yang baik untuk membuka usaha ini adalah lokasi yang dekat dengan jalan utama atau memilih lokasi yang strategis dengan memberikan fasilitas seperti wifi, parkir,tempat duduk dll.
Peluang Pasar
Peluang pasar dalam usaha kue cubit ini terbilang sangat besar karena menyediakan makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Sasaran konsumen yang bisa dituju adalah semua usia dan semua kalangan.

Nah, untuk membuat kue cubit green tea ini sangat mudah dan bahan – bahannya pun mudah didapat. Berikut resep mengenai kue cubit green tea lezat.
Alat – alat :
·         Mangkok besar
·         Mixer
·         Teko atau wadah bercorong
·         Cetakan
Bahan – bahan
·         Telur 3 butir
·         Gula pasir 100 gram
·         Tepung terigu 100 gram
·         Margarine (dilelehkan) 100 gram
·         Vanili bubuk 1 bungkus
·         Soda kue ¼ sdt
·         Baking powder ½ sdt
·         Bubuk green tea
·         Topping (messes, keju dll)
Cara membuatnya
·         Siapkan mangkuk besar dan masukkan telur dan gula pasir. Kocok hingga adonan mengembang dan gula larut.
·         Kemudian masukkan tepung terigu sedikit – sedikit, aduklah hingga tercampur rata. Lalu masukkan margarine yang sudah leleh kemudian aduk hingga rata. Kemudian masukkan soda kue dan jangan lupa masukkan baking powder dan vanili bubuk. Dan aduk hingga tercampur rata.
·         Kemudian masukkan bubuk grean tea hingga warnanya berubah.
·         Olesi cetakan kue cubit dengan margarine dan panaskan dengan api kecil, tuang adonan setengah cetakan saja kemudian tutup
·         Ketika adonan sudah setengah mengembang, tunggu hingga bagian bawahnya berwarna sedikit kecoklatan. Kemudian Angkat dan beri topping sesuai dengan selera Anda.
·         Kue cubit green tea siap disajikan.
Kue cubit green tea ini dibilang sebagai kue modern yang banyak dicari oelh para pecinta kuliner, hal ini tentunya bisa memberi peluang yang sangat besar kepada Anda untuk masuk dalam dunia bisnis kue cubit. Kunci sukses utama untuk menjalankan usaha kue cubit adalah terletak pada rasa dari kue itu sendiri. Dalam hal ini tentunya Anda harus bisa membuat resep kue cubit yang unik dan lebih enak dibandingkan kue cubit buatan produsen lain. Anda tertarik dengan usaha kue cubit green tea ini? Agar Anda semakin matang agar bisa bertahan di dunia bisnis Anda perlu memahami bagaimana tantangan dan strategi pemasaran yang bisa Anda lakukan untuk usaha kue cubit green tea ini.

Sumber :
http://www.tokomesin.com/peluang-usaha-kue-cubit-green-tea-dan-analisa-usahanya.html

Business dan Marketing Plan #

13.00 0 Comments
Business dan Marketing Plan
Pengertian Business plan :
Definisi yang lebih baik menyatakan bahwa Business Plan adalah sebuah selling document yang mengungkapkan daya tarik dan harapan sebuah bisnis kepada penyandang dana potensial.
Artinya Business Plan merupakan suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang dana.

Mengapa harus membuat Business Plan sebelum mulai usaha?
Sebenarnya tidak ada yang harus. Karena ketika di dalam pikiran kita terbersit keinginan untuk membuat usaha, pasti akan terpikir juga usaha macam apa yang akan dibuat, sasaran pasarnya siapa, tempat lokasi strategisnya bagaimana, dan sederet rencana panjang yang bermunculan di dalam otak kita.
Nah, ketika semua rencana, gagasan, dan ide tadi hanya berputar-putar di dalam otak, maka kemungkinan akan terdistorsi ide lain, kehilangan fokus, melewatkan hal yang seharusnya mendapat perhatian lebih, ujung-ujungnya adalah kita bingung harus mulai dari mana, atau kalau sudah berjalan kita kehilangan arah karena ternyata rencana tadi tidak bisa jalan.
Berbeda jika kita menuliskan semua rencana tadi dalam bentuk Business Plan yang baik. Kita akan mudah melihat ulang, orang lain yang kita sodori juga bisa melihat sisi lebih dan kurangnya. Sehingga misalnya pun dia menolak bekerja sama, kita bisa dengan mudah memperbaikinya, karena semua tercatat dengan sistematis. Intinya, kita tidak harus memulai setiap kali dari awal lagi.
Secara ringkas, berikut ini adalah 5 alasan mengapa business plan harus dibuat dengan baik, yaitu:
1.                  Business Plan adalah blueprint usaha anda, yang akan anda dan karyawan serta pihak-pihak yang bekerja sama dengan anda dalam operasionalnya. Dia akan membantu anda tetap kreatif dan fokus pada tujuan yang telah ditetapkan.
2.                  Business Plan merupakan alat untuk mencari dana, sehingga berhasil dalam bisnis.
3.                  Business Plan adalah sarana komunikasi untuk menarik orang lain, pemasok, konsumen, dan penyandang dana. Business plan akan membuat mereka mengerti tujuan dan cara operasional bisnis anda.
4.                  Rencana bisnis anda ini akan mempermudah anda menjalankan usaha dengan mengetahui langkah-­langkah praktis menghadapi persaingan, membuat promosi, sehingga lebih efektif.
5.                  Membuat pengawasan lebih mudah dalam operasionalnya, apakah mengikuti atau sesuai dengan rencana atau tidak.

Siapa yang memerlukan Business Plan?

Investor yang potensial perbankan, konsultan, staf karyawan, pemasok barang dan bahkan konsumen akan mempelajari business plan ini.
Sebuah business plan dapat dinilai oleh pembaca dengan memberikan bobot penilaian sangat bagus, bagus, sedang, dan kurang baik.
Mengenai kedalaman dan rincian dari sebuah business plan sangat tergantung kepada luasnya bisnis yang akan dilakukan, apakah bisnisnya merupakan sebuah industri berskala besar atau hanya toko barang-barang kelontong.
Agar bisnis memiliki arah dan patokan yang jelas menuju sasaran, kita harus menyusun business plan. Terdapat berbagai alasan membuat Business plan. Salah satu yang utama adalah menyediakan informasi yang lengkap bagi investor dan bankir dalam mempertimbangkan pendanaan. Rencana bisnis juga dibuat agar menjadi kerangka bagi perusahaan dalam upaya mencapai sasaran. Namun ada juga alasan lainnya seperti karena tugas kuliah, ikut lomba bisnis, atau tanggung jawab pekerjaan.

Format Business Plan

Business Plan umumnya disusun dengan format sebagai berikut:
1.      Executive Summary
2.      Deskripsi Bisnis
3.      Analisis Pasar
4.      Strategi Pemasaran
5.      Rencana Operasional
6.      Rencana SDM (Opsional)
7.      Manajemen Perusahaan (Opsional)
8.      Rencana Keuangan
9.      Rencana Pengembangan Bisnis (Opsional)
10.  Timeline dan Milestones (Opsional)
11.  Exit Strategy (Opsional)
12.  Lampiran
Format business plan tidaklah baku. Format business plan biasanya bergantung pada siapa yang akan membaca business plan. Mungkin ada pihak yang mengharuskan bagian exit strategy, mungkin ada juga yang menginginkan bagian tambahan seperti analisis regulasi.
Penyusunan business plan sangat bergantung pada mengapa business plan dibuat dan siapa yang akan menggunakannya. Misalnya, business plan yang bersifat non-profit bisa saja fokus membahas misi organisasi. Business plan dengan tujuan mendapatkan pendanaan bank mungkin lebih melihat seperti apa rencana keuangan bisnis, apakah dapat melunasi hutang, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melunasi hutang. Jika business plan ditujukan untuk investor, isinya bisa saja lebih berfokus pada penawaran investasi, target pasar, dan exit strategy.
Business plan disusun dengan jangka waktu 3-5 tahun ke depan. Karena bertujuan untuk menjadi patokan perusahaan mencapai sasaran sekaligus mendapatkan pendanaan, business plan harus dilengkapi data yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Data dapat berasal dari sumber eksternal, atau internal. Sumber eksternal mengacu pada data pihak luar yang relevan dengan usaha dan disediakan oleh pihak yang memiliki reputasi. Sementara sumber internal mengacu pada data hasil pengamatan yang kita lakukan.

 

Yang Dibutuhkan untuk Membuat Business Plan

Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan untuk membuat business plan realistis dan feasible. Ada 7 hal yang menurut saya dibutuhkan dalam pembuatan business plan yang realistis dan feasible yaitu:
1.      Profil Produk/Jasa
Business plan harus menjelaskan nilai yang terlihat dan tidak terlihat produk dan jasa dengan lengkap, jelas, dan akurat. Sertakan foto contoh produk jika kita menjual produk atau gambar contoh pelayanan yang diberikan jika kita menjual jasa.

2.      Ukuran Pasar (Market Size)
Ukuran pasar dapat berbentuk jumlah pengguna, volume produksi, atau potensi pendapatan. Data dari lembaga pemerintahan, swasta, atau media dapat menjadi referensi untuk menghitung ukuran pasar.

3.      Proses Produksi
Jelaskan proses apa saja yang dilakukan untuk membuat barang atau jasa hingga siap ditawarkan ke target pasar. Lengkapi dengan ilustrasi seperti gambar atau flowchart, kapasitas dan jadwal produksi, serta bahasa yang mudah dipahami.

4.      Data Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi, suku bunga, besaran pajak, dan inflasi merupakan data ekonomi yang dibutuhkan dalam menyusun business plan. Dan beberapa data lainnya bergantung pada jenis bisnis yang dimasuki.

5.      Sumber Pendapatan (Revenue Stream)
Hal-hal yang membuat perusahaan mendapatkan pendapatan dari penjualan. Ada yang menjual produk, jasa, lisensi, franchise, iklan, airtime, atau royalti.

6.      Laporan Keuangan
Jika perusahaan telah beroperasi, maka sediakan laporan keuangan periode 2-3 tahun ke belakang. Jika belum, maka siapkan asumsi untuk angka pendapatan, kebutuhan pengeluaran, modal awal, dan perkembangan keuangan perusahaan hingga 3-5 tahun ke depan.

7.      Analisis Keuangan
ROI, BEP, marjin keuntungan, NPV, IRR, dan periode balik modal atau PBP adalah beberapa parameter analisis keuangan yang sebaiknya tersedia. Ada juga parameter analisis keuangan lainnya yang harus tersedia, bergantung pada pihak yang akan membaca business plan.

Ada beberapa hal lainnya yang penting dipersiapkan untuk membuat business plan, namun ke 7 hal ini umumnya selalu terlibat pada pembuatan business plan. Semakin lengkap materi yang dipersiapkan pada business plan tentu akan mempermudah pembuatan. Namun tidak seluruh materi harus masuk ke dalam business plan, pilih yang materi paling relevan bagi target pembaca.

Marketing Plan
Ruang Lingkup Rencana Pemasaran (Marketing Plan) 
Sebelum menyusun marketing plan maka wirausaha harus mengetahui seluk beluk atau konsep-konsep pemasaran dan segala informasi telah dikumpulkan, maka seorang wirausaha baru menulis marketing plannya. 

Untuk menyusun marketing plan maka perlu dijawab tiga pertanyaan berikut: 
1)Where have we been? 
2)Where do we want to go? 
3)How do we get there? 

Pertanyaan di atas perlu diidentifikasi dan dijawab dari mana kita berangkat ? Untuk itu harus diperhatikan latar belakang perusahaan, kekuatan dan kelemahan perusahaan, bagaimana keadaan persaingan, serta bagaimana peluang dan kendala yang dihadapi. 

Kemudian ke mana arah yang dituju ? Di sini perlu ditetapkan sasaran marketing untuk masa yang akan datang. 

Lalu bagaimana mencapai sasaran itu ? Di sinilah perlu ditetapkan strategi pemasaran. Mungkin juga perlu dilakukan penelitian pemasaran. Anggaran belanja perlu disiapkan untuk pelaksanaan rencana ini. 

Apa yang dimaksud dengan marketing plan? The marketing plan in­cludes a situation analysis that in large part comprises a market opportunity analysis and an assessment of the existing or potential businesses' strength, weaknesses, threats, and opportunitunities in the marketplace. (Bygrave, 1994: 73) 

Marketing Plan ini adalah merupakan bagian dari business plan. Perencanaan yang harus disiapkan seperti dijelaskan oleh Bygrave adalah analisa situasi perusahaan dan lingkungannya analisa dan penilaian peluang, kekuatan, kelemahan, kendala yang dihadapi di pasar. Juga harus digambarkan sasaran konsumen dan strategi pemasaran yang digunakan. Jadi inti kegiatan dari marketing plan ini ialah: 
1. Analisa situasi lingkungan dan peluang pasar 
2. Mengembangkan sasaran pemasaran 
3. Menetapkan strategi pemasaran 
4. Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan 
5. Karakteristik dari suatu marketing plan yang baik harus memenuhi beberapa kriteria yaitu: 
- Harus didasarkan pada fakta dan asumsi yang besar tentang siapa target market, di mana lokasi mereka, 

   berapa besar kemungkinan daya serapnya. 
- Bagaimana teknik promosi yang efektif. 
- Bagaimana perubahan harga di pasar. 
- Bagaimana saluran distribusi. 
- Bagaimana keadaan saingan. 
- Bagaimana S W 0 T dari perusahaan 
- Siapkan sumber-sumber yang diperlukan seperti: sumber daya manusia, keuangan, fasilitas perawatan dan 

sebagainya. 

Seperti diketahui bahwa pemasaran merupakan kegiatan yang amat penting dalam operasional suatu bisnis. Tidak perduli apakah bisnis anda bergerak dalam sektor industri kecil, tingkat menengah, apalagi industri besar. Atau anda bergerak dalam bidang perdagangan besar, perdagangan eceran, pertokoan, atau mungkin pula anda bergerak dalam bidang penjualan jasa. transportasi, penginapan, biro perjalanan, kegiatan rekreasi, dan sebagainya. pemasaran menempati posisi utama. 

Lihatlah bagaimana perkembangan posisi bagian pemasaran dalam sebuah perusahaan mulai sejak berdiri sampai perusahaan menjadi besar. (Lihat gambar perubahan pandangan terhadap pemasaran). 
Pada tahap perusahaan baru didirikan posisi bagian produksi, keuangan, personalia, dan pemasaran kira-kira sama pentingnya. Akan tetapi, begitu perusahaan mengalami kemajuan, maka porsi perhatian lebih besar diberikan ke bagian pemasaran, dan lebih khusus lagi fokusnya ialah "langganan". Ini bukan berarti bagian-bagian lain di dalam perusahaan tidak penting, semua bagian adalah penting, tetapi perhatian utamanya ialah bagian pemasaran yang akan berhadapan langsung dengan publik, yang sangat menentukan keberhasilan/kegagalan suatu usaha. 

2. KonsepAIDA+S 
Di dalam setiap kegiatan bisnis harus diusahakan agar wirausahawan memperhatikan konsep AIDA + S. AIDA + S merupakan singkatan dari: 
A = Attention 
I = Interest 
D = Desire 
A = Action 
S = Satisfaction 

Konsep ini berlaku untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh bisnis yang dapat menarik hati konsumen/langganan. Misalnya kegiatan membuat suatu produk yang memuaskan konsumen, kegiatan melayani konsumen pada sebuah pertokoan atau kegiatan-kegiatan lainnya. 

Pertama kali konsumen berhubungan dengan perusahaan tentu muncul lebih dulu perhatian (Attention) misalnya pada saat konsumen lewat di depan sebuah toko. Konsumen tersebut memperhatikan satu jenis barang yang dipajangkan di etalase depan toko. Kemudian konsumen tersebut timbul minatnya (Interest), lalu dia masuk kedalam toko. Setelah masuk ke dalam toko dia mencari pelayan dan minta diambilkan barang yang dia ingini. Ini berarti keinginannya (Desire) makin meningkat. Kemudian dia menanyakan berapa harganya, lalu tawar-menawar, cocok harga, langsung dibayar di kas (Action). Setelah barang dibawa pulang ke rumah lalu di pakai (seandainya bentuk pakaian atau dinamakan kalau bentuk makanan). Setelah barang tersebut dikonsumsi maka muncul dua kemugkinan konsumen tersebut puas atau tidak puas. 

Tujuan dari setiap pemasaran ialah menimbulkan kepuasan bagi konsumen. Jika konsumen puas terhadap barang tersebut atau terhadap pelayanan toko tersebut maka konsumen-akan melakukan pembelian ulang. Jika konsumen tidak puas maka dia tidak akan melakukan pembelian ulang dan akan memberikan reaksi negatif serta menginformasikan reaksi negatif itu kepada keluarganya, sahabatnya, sehingga pemasaran produk tersebut tidak mencapai sasaran. Hal ini dapat menimbulkan kegagalan bagi perusahaan.



Selasa, 05 Mei 2015

Mengenali Peluang dan Model Pengembangan Rintisan Baru #

19.16 0 Comments
Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat

Peluang berasal dari kesempatan yang muncul dan menjadi ilham (ide) bagi seseorang memperoleh inspirasi, berarti dia membuka sebuah peluang untuk suatu hal yang baru.
Peluang yang berasal dari sebuah ide usaha yang diperoleh dari sebuah inspirasi, harus merupakan peluang yang potensial, sehingga dapat dikategorikan sebagai peluang usaha yang baik.

Adapun ciri-ciri usaha yang potensial sebagai berikut :
  1. Usaha itu memiliki nilai jual yang tinggi,
  2. Usaha bukan hanya ambisi pribadi semata, tetapi sifatnya nyata,
  3. Usaha itu mempunyai waktu bertahan yang lama di pasar,
  4. Tidak akan menghabiskan modal (uang), karena terlalu kasar investasinya,
  5. Tidak bersifat momentum atau bersifat musiman (seasonal),
  6. Bisa ditingkatkan skalanya menjadi skala industri.
Ciri-ciri peluang usaha yang baik adalah sebagai berikut.
  1. Peluang itu orisinil dan tidak meniru. Usaha yang sukses itu tidak meniru usaha orang lain. Usaha yang meniru orang lain hasilnya belum tentu sama.
  2. Peluang itu harus dapat mengantisipasi perubahan persaingan dan kebutuhan pasar di masa mendatang. Dalam arti, peluang itu bisa terus ditingkatkan nilai jualnya serta bisa terus diinovasi.
  3. Benar-benar sesuai dengan keinginan agar peluang bisa bertahan lama.
  4. Tingkat visibilitas (kelayakan usaha) benar-benar teruji untuk itu dilakukan riset dan trial (uji coba) dalam pasar.
  5. Bersifat ide yang kreatif dan inovatif bukan tiruan dari ide orang lain.
  6. Ada keyakinan bisa mewujudkan dan sukse untuk menjalankannya.
  7. Ada rasa senang menjalankannya dan benar-benar suka dengan bisnis tersebut.


Memilih usaha sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan kita, yaitu usaha yang kita sukai atau usaha yang sekiranya memiliki kompetensi dalam bidang usaha tersebut. Hal tersebut dapat membuat kita terhindar atau paling tidak menekan sekecil mungkin adanya kerugian yang dapat menghabiskan modal yang dimiliki. Rencana usaha tidak harus muluk-muluk, cukup dengan yang sederhana saja, tetapi prospek kedepannya bagus. Caranya adalah dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. Semuanya dapat diukur dengan salah satu alat yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT.

Berikut ini adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT, yaitu:
  1. Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mall dapat dikembangkan menjadi kos-kosan, warnet, rental computer, dan masih banyak lagi.
  2. Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, tetapi tidak mengetahui sama sekali keterampilan dalam mengoperasikan computer.
  3. Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin dilingkungan perkantoran, dan lain-lain.
  4. Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain dipasar yang pelakunya sudah sangat banyak.

Sumber peluang usaha dan cara mengembangkannya

Peluang dapat berasal dari sebuah inspirasi, ide, atau, kesempatan yang muncul dan dimanfaatkan untuk kepentingan seseorang baik dalam kehidupan sehari-hari atau dalam usaha. Peluang atau kesempatan bisa bersumber dari berbagai macam hal, yaitu sebagai berikut.
  • Peluang dari diri sendiri
Peluang yang paling potensial dan sangat besar rasio kesuksesannya adalah peluang yang bersumber dari dalam diri sendiri.
Salah satu peluang yang berasal dari diri anda adalah sebagai berikut.
  1. Hobi, Hobi bisa menjadi awal dari kesuksesan seseorang dalam berwirausaha, bahkan usahanya bisa berkembang dan tumbuh pesat.
  2. Keahlian, Keahlian yang anda miliki dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha yang sesuai dengan bidang keahlian.
  3. Pengetahuan dan latar belakang pendidikan, Pengetahuan dan latar belakang pendidikan merupakan salah satu hal yang paling potensial untuk menemukan peluang emas karena anda sudah mengetahui, memelajari dan memahami bidang yang anda tekuni.
  • Peluang dari lingkungan
Peluang dari lingkungan Banyak peluang dan inspirasi yang timbul dari lingkungan, antara lain sebagai berikut:
  1. Usaha atau bisnis orang tua.
  2. Lingkungan rumah, yaitu tetangga, teman sekolah dan teman main.
  3. Kebiasaan anda ketika berangkat dan pulang sekolah, baik itu dalam perjalanan atau di lingkungan sekolah dan teman sekolah.
  • Peluang dari perubahan yang terjadi
Peluang terbesar yang sering muncul sebagai sebuah bisnis adalah peluang yang berasal dari perubahan di lingkungan, yaitu sebagai berikut:
  1. Perubahan global
  2. Perubahan lingkungan
  3. Perubahan peraturan pemerintah
  4. Perubahan musim
  5. Perubahan gaya hidup
  6. Perubahan tingkat kebutuhan tentang kesehatan, gaya hidup, dan pola makan masyarakat pada umumnya
  7. Perubahan tingkat tekanan pekerjaan yang semakin tinggi (berat), sehingga kebutuhan akan hiburan semakin tinggi
  8. Perubahan teknologi informasi dan komunikasi seperti kemajuan teknolosi mobile phone (HP) dan internet sehingga memunculkan sistem penjualan online (toko online)
  • Peluang dari konsumen
Suara konsumen sangat diperlukan untuk menciptakan gagasan baru dalam rangka memperbaiki kualitas produk dan menciptakan peluang bagi yang dapat menciptakan peluang baru di antaranya:
  1. Keluhan-keluhan konsumen,
  2. Saran-saran dari konsumen,
  3. Permintaan khusus konsumen dan calon konsumen,
  4. Angan-angan yang diimpikan konsumen tentang produk atau jasa tertentu,
  5. Harapan dari konsumen terhadap produk atau jasa anda
  • Peluang dari gagasan orang lain
Gagasan dari orang lain yang bersifat orisinil akan memunculkan sebuah peluang usaha yang baru pula.
  • Peluang dari informasi yang diperoleh
Informasi yang diperoleh dapat menjadi sebuah peluang jika anda mampu menghubungkan antara pengalaman dan pengetahuan yang anda miliki untuk mewujudkannya. Namun, informaasi juga dapat tidak bermnfaat jika anda tidak memilik kemampuan untuk menggabungkan antara pengetahuan dan pengalaman yang anda miliki. Inilah yang membedakan antara orang yang memiliki peluang dengan orang yang tidal memiliki peluang. Peluang yang dapat muncul dari informasi yang diperoleh antara lain:
  1. Anda memperoleh informasi tentang produk baru yang sedang tren dan mengetahui cara membelinya.
  2. Informasi tentang kebutuhan produk yang harganya lebih mahal di tempat lain untuk produk yang sama. Ini juga sebuah peluang karena adanya selisih harga.
  3. Informasi tentang kebutuhan produk tertentu dan anda tahu di mana bisa memperoleh produk tersebut.
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misalnya:
  1. Mengenali kebutuhan pasar
  2. Mengembangkan produk yang telah ada dipasaran
  3. Memadukan bisnis-bisnis yang ada
  4. Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi
  5. Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
  6. Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku)

Cara Memulai Bisnis
Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukan sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut:
  • Memulai Bisnis Baru 
Memulai bisnis baru merupakan pilihan yang paling menarik bagi para pemula. Terdapat tiga bentuk usaha yang bisa dirintis oleh Anda, yaitu:
  1. Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri.
  2. Persekutuan (Partnership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.
  3. Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan usaha dengan modal berupa saham.
  • Membeli Bisnis yang Sudah Ada 
Membeli perusahaan yang telah didirikan dan dikelola oleh orang lain dengan nama (goodwill) dan organisasi usaha yang sudah ada.
  • Mengembangkan Bisnis yang Sudah Ada 
Mengembangkan bisnis yang sudah ada biasanya terjadi pada perusahaan keluarga.
  • Memilih usaha franchise 
Waralaba (franchise) adalah suatu bentuk usaha kerja sama antara pewaralaba (franchisor) dengan terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha.

Bidang Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha
Sebuah mimpi akan tetap menjadi mimpi jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Mimpi boleh saja besar, tetapi anda harus bisa memulainya sekarang mulai dari skala kecil. Dari tindakan kecil ini, anda bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki tindakan yang berikutnya, sehingga akhirnya seluruh mimpi bisa terwujud.

Berikut ada beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula atau wirausahawan baru adalah.
1. Usaha di bidang makanan atau kuliner
2. Usaha pakaian dan perhiasan
3. Usaha yang terkait dengan tempat tinggal
4. Usaha pendidikan
5. Usaha yang terkait dengan rekreasi
6. Usaha pendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha.

Dibawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha di Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu diantaranya yang paling tepat, yaitu:
  1. Perusahaan Perseorangan, merupakan perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang. 
  2. Persekutuan, Bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis. Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan sekutu terbatas. 
  3. Perseroan, merupakan organisasi bisnis yang berbentuk badan hukum, dimana tanggung jawab dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya. 
  4. Koperasi, merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hokum, sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan.

Tahapan Penting Dalam Dunia Kewirausahaan
ketika anda mulai mempersiapkan, merencanakan dan menganalisis peluang usaha yang anda miliki, berarti anda sudah mempunyai kunci kewirausahaan, membuka pintunya dan masuk ke dalam dunia kewirausahaan yang semuanya baru, berisiko, dan tidak mudah. Dalam proses ini, ada dua tahapan penting yang harus anda ketahui, yaitu :

1. Tahapan mempersiapkan diri menjadi seorang wirausaha
Tahapan ini merupakan tahapan yang akan menjadikan anda seorang wirausaha untuk mulai menemukan inspirasi sebuah bisnis secara teori, konsep serta cara menemukan peluang usaha anda. Jika digambarkan, maka tahapan mempersiapkan diri dapat dilihat sebagai berikut:

Dalam tahapan mempersiapkan diri terdiri dari 4 tahapan penting, yaitu :
  1. Tahapan mengenal diri untuk menemuka asal peluang usaha anda 
  2. Memelajari teori peluang dengan cara berpikir kreatif untuk menemukan inspirasi usaha 
  3. Menganalisis dan memanfaatkan inspirasi usaha untuk dijadikan alternatif-alternatif peluang usaha anda
  4. Mengubah dan menentukan alternatif-alternatif peluang menjadi sebuah usaha
2. Tahapan merencanakan usaha
Tahapan merencanakan usaha mengulas tentang cara memahami dan mengetahui :
  1. Perencanaan usaha, 
  2. Konsep dan aspek-aspek manajemen usaha, 
  3. Hal-hal yang berisi tentang pengetahuan-pengetahuan lain yang akan dirangkai oleh kewirausahaan sebagai benang merah pengikat ilmu-ilmu tersebut. 
Jika digambarkan tahapan proses perencanaan usaha adalah sebagai berikut: 

setelah menemukan peluang usaha, anda harus segera merencanakan usaha anda dengan mengikuti tahapan-tahapan berikut.
  1. Menentukan visi dan misi usaha anda, 
  2. Menentukan model usaha anda (individu, rekanan/partnership, atau yang lain), 
  3. Mulai mempelajari aspek-aspek pengetahuan penting dalam usaha, 
  4. Membuat rencana bisnis (business plan), 
  5. Memulai dan merencanakan kapan usaha anda akan dimulai.

Sumber :