Mengenali Hingga Memilih Peluang Usaha yang Tepat
Peluang berasal dari kesempatan yang muncul dan menjadi ilham (ide) bagi seseorang memperoleh inspirasi, berarti dia membuka sebuah peluang untuk suatu hal yang baru.
Peluang yang berasal dari sebuah ide usaha yang diperoleh dari sebuah inspirasi, harus merupakan peluang yang potensial, sehingga dapat dikategorikan sebagai peluang usaha yang baik.
Adapun ciri-ciri usaha yang potensial sebagai berikut :
- Usaha itu memiliki nilai jual yang tinggi,
- Usaha bukan hanya ambisi pribadi semata, tetapi sifatnya nyata,
- Usaha itu mempunyai waktu bertahan yang lama di pasar,
- Tidak akan menghabiskan modal (uang), karena terlalu kasar investasinya,
- Tidak bersifat momentum atau bersifat musiman (seasonal),
- Bisa ditingkatkan skalanya menjadi skala industri.
- Peluang itu orisinil dan tidak meniru. Usaha yang sukses itu tidak meniru usaha orang lain. Usaha yang meniru orang lain hasilnya belum tentu sama.
- Peluang itu harus dapat mengantisipasi perubahan persaingan dan kebutuhan pasar di masa mendatang. Dalam arti, peluang itu bisa terus ditingkatkan nilai jualnya serta bisa terus diinovasi.
- Benar-benar sesuai dengan keinginan agar peluang bisa bertahan lama.
- Tingkat visibilitas (kelayakan usaha) benar-benar teruji untuk itu dilakukan riset dan trial (uji coba) dalam pasar.
- Bersifat ide yang kreatif dan inovatif bukan tiruan dari ide orang lain.
- Ada keyakinan bisa mewujudkan dan sukse untuk menjalankannya.
- Ada rasa senang menjalankannya dan benar-benar suka dengan bisnis tersebut.
Memilih usaha sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan kita, yaitu usaha yang kita sukai atau usaha yang sekiranya memiliki kompetensi dalam bidang usaha tersebut. Hal tersebut dapat membuat kita terhindar atau paling tidak menekan sekecil mungkin adanya kerugian yang dapat menghabiskan modal yang dimiliki. Rencana usaha tidak harus muluk-muluk, cukup dengan yang sederhana saja, tetapi prospek kedepannya bagus. Caranya adalah dengan mengevaluasi lingkungan yang ada di sekeliling kita. Semuanya dapat diukur dengan salah satu alat yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strengths, weaknesses, opportunities, and threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT.
Berikut ini adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT, yaitu:
- Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat, mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan. Contoh: lokasi di dekat kampus atau mall dapat dikembangkan menjadi kos-kosan, warnet, rental computer, dan masih banyak lagi.
- Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu. Contoh: sebaiknya jangan membuka usaha rental computer, tetapi tidak mengetahui sama sekali keterampilan dalam mengoperasikan computer.
- Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan. Contoh: membuka usaha fotokopi dilingkungan dekat kampus, membuka usaha kantin dilingkungan perkantoran, dan lain-lain.
- Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur. Terlebih lagi jika pesaing-pesaing kita memiliki kemampuan yang lebih baik dari kita. Contoh: investasi saham, di mana kita tidak memiliki cukup ilmu tentangnya atau bermain dipasar yang pelakunya sudah sangat banyak.
Peluang dapat berasal dari sebuah inspirasi, ide, atau, kesempatan yang muncul dan dimanfaatkan untuk kepentingan seseorang baik dalam kehidupan sehari-hari atau dalam usaha. Peluang atau kesempatan bisa bersumber dari berbagai macam hal, yaitu sebagai berikut.
- Peluang dari diri sendiri
Salah satu peluang yang berasal dari diri anda adalah sebagai berikut.
- Hobi, Hobi bisa menjadi awal dari kesuksesan seseorang dalam berwirausaha, bahkan usahanya bisa berkembang dan tumbuh pesat.
- Keahlian, Keahlian yang anda miliki dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha yang sesuai dengan bidang keahlian.
- Pengetahuan dan latar belakang pendidikan, Pengetahuan dan latar belakang pendidikan merupakan salah satu hal yang paling potensial untuk menemukan peluang emas karena anda sudah mengetahui, memelajari dan memahami bidang yang anda tekuni.
- Peluang dari lingkungan
- Usaha atau bisnis orang tua.
- Lingkungan rumah, yaitu tetangga, teman sekolah dan teman main.
- Kebiasaan anda ketika berangkat dan pulang sekolah, baik itu dalam perjalanan atau di lingkungan sekolah dan teman sekolah.
- Peluang dari perubahan yang terjadi
- Perubahan global
- Perubahan lingkungan
- Perubahan peraturan pemerintah
- Perubahan musim
- Perubahan gaya hidup
- Perubahan tingkat kebutuhan tentang kesehatan, gaya hidup, dan pola makan masyarakat pada umumnya
- Perubahan tingkat tekanan pekerjaan yang semakin tinggi (berat), sehingga kebutuhan akan hiburan semakin tinggi
- Perubahan teknologi informasi dan komunikasi seperti kemajuan teknolosi mobile phone (HP) dan internet sehingga memunculkan sistem penjualan online (toko online)
- Peluang dari konsumen
- Keluhan-keluhan konsumen,
- Saran-saran dari konsumen,
- Permintaan khusus konsumen dan calon konsumen,
- Angan-angan yang diimpikan konsumen tentang produk atau jasa tertentu,
- Harapan dari konsumen terhadap produk atau jasa anda
- Peluang dari gagasan orang lain
- Peluang dari informasi yang diperoleh
Informasi yang diperoleh dapat menjadi sebuah peluang jika anda mampu menghubungkan antara pengalaman dan pengetahuan yang anda miliki untuk mewujudkannya. Namun, informaasi juga dapat tidak bermnfaat jika anda tidak memilik kemampuan untuk menggabungkan antara pengetahuan dan pengalaman yang anda miliki. Inilah yang membedakan antara orang yang memiliki peluang dengan orang yang tidal memiliki peluang. Peluang yang dapat muncul dari informasi yang diperoleh antara lain:
- Anda memperoleh informasi tentang produk baru yang sedang tren dan mengetahui cara membelinya.
- Informasi tentang kebutuhan produk yang harganya lebih mahal di tempat lain untuk produk yang sama. Ini juga sebuah peluang karena adanya selisih harga.
- Informasi tentang kebutuhan produk tertentu dan anda tahu di mana bisa memperoleh produk tersebut.
Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan, misalnya:
- Mengenali kebutuhan pasar
- Mengembangkan produk yang telah ada dipasaran
- Memadukan bisnis-bisnis yang ada
- Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi
- Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
- Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku)
Cara Memulai Bisnis
Cara-cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai bisnis (usaha), baik itu dilakukan sendiri maupun bersama teman-teman, adalah sebagai berikut:
- Memulai Bisnis Baru
- Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri.
- Persekutuan (Partnership), yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih.
- Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan usaha dengan modal berupa saham.
- Membeli Bisnis yang Sudah Ada
- Mengembangkan Bisnis yang Sudah Ada
- Memilih usaha franchise
Bidang Usaha dan Jenis-jenis Badan Usaha
Sebuah mimpi akan tetap menjadi mimpi jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Mimpi boleh saja besar, tetapi anda harus bisa memulainya sekarang mulai dari skala kecil. Dari tindakan kecil ini, anda bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki tindakan yang berikutnya, sehingga akhirnya seluruh mimpi bisa terwujud.
Berikut ada beberapa contoh bidang usaha yang menjadi pilihan para pemula atau wirausahawan baru adalah.
1. Usaha di bidang makanan atau kuliner
2. Usaha pakaian dan perhiasan
3. Usaha yang terkait dengan tempat tinggal
4. Usaha pendidikan
5. Usaha yang terkait dengan rekreasi
6. Usaha pendukung atau mempermudah orang lain menjalankan usaha.
Dibawah ini beberapa bentuk badan hukum usaha di Indonesia dan beberapa pertimbangan untuk dapat memilih salah satu diantaranya yang paling tepat, yaitu:
- Perusahaan Perseorangan, merupakan perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang.
- Persekutuan, Bentuk legal suatu bisnis yang dimiliki dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bisnis. Dalam persekutuan terdapat dua macam kategori, yaitu sekutu umum dan sekutu terbatas.
- Perseroan, merupakan organisasi bisnis yang berbentuk badan hukum, dimana tanggung jawab dan kewajiban usaha terpisah dari pemilik modalnya.
- Koperasi, merupakan organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hokum, sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan.
Tahapan Penting Dalam Dunia Kewirausahaan
ketika anda mulai mempersiapkan, merencanakan dan menganalisis peluang usaha yang anda miliki, berarti anda sudah mempunyai kunci kewirausahaan, membuka pintunya dan masuk ke dalam dunia kewirausahaan yang semuanya baru, berisiko, dan tidak mudah. Dalam proses ini, ada dua tahapan penting yang harus anda ketahui, yaitu :
1. Tahapan mempersiapkan diri menjadi seorang wirausaha
Tahapan ini merupakan tahapan yang akan menjadikan anda seorang wirausaha untuk mulai menemukan inspirasi sebuah bisnis secara teori, konsep serta cara menemukan peluang usaha anda. Jika digambarkan, maka tahapan mempersiapkan diri dapat dilihat sebagai berikut:
Dalam tahapan mempersiapkan diri terdiri dari 4 tahapan penting, yaitu :
- Tahapan mengenal diri untuk menemuka asal peluang usaha anda
- Memelajari teori peluang dengan cara berpikir kreatif untuk menemukan inspirasi usaha
- Menganalisis dan memanfaatkan inspirasi usaha untuk dijadikan alternatif-alternatif peluang usaha anda
- Mengubah dan menentukan alternatif-alternatif peluang menjadi sebuah usaha
Tahapan merencanakan usaha mengulas tentang cara memahami dan mengetahui :
- Perencanaan usaha,
- Konsep dan aspek-aspek manajemen usaha,
- Hal-hal yang berisi tentang pengetahuan-pengetahuan lain yang akan dirangkai oleh kewirausahaan sebagai benang merah pengikat ilmu-ilmu tersebut.
setelah menemukan peluang usaha, anda harus segera merencanakan usaha anda dengan mengikuti tahapan-tahapan berikut.
- Menentukan visi dan misi usaha anda,
- Menentukan model usaha anda (individu, rekanan/partnership, atau yang lain),
- Mulai mempelajari aspek-aspek pengetahuan penting dalam usaha,
- Membuat rencana bisnis (business plan),
- Memulai dan merencanakan kapan usaha anda akan dimulai.
Sumber :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar