"Menariknya, meski percakapan kembali berulang. Hangat peluk kembali terulang. Gelak tawa kembali bergema. Serta dialog-dialog bising kembali tercipta. Aku masih saja menyebut rindu berkuasa di antaranya."
—
dan kamu, nampaknya masih menjadi rasa yang tak jua kunjung selesai, meski memang tak pernah ada yang dimulai.
-- Hujan Mimpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar