Teruntuk
kamu
By : Fadhilah Wijayandini
“Sudah berbulan-bulan kita bersama.
Canda, tawa, bahagia.
Sedih, tangis, duka.
Akankah kita bersama, selamanya?”
Kalimat diatas mungkin tak berarti untuk dirimu.
Itu hanyalah
sepenggal kalimat puitis yang ku buat untuk dirimu.
Entah aku
yakin kau untukku atau tidak untukku.
Namun aku
cukup berterimakasih kau terlah hadir dihidupku.
“Apa aku terlalu berharap kita akan
selamanya?
Apa aku terlalu menginginkan kau selalu
denganku?
Apa aku masih pantas untuk membahagiakanmu?
Apa kita pantas untuk bersama?”
Pertanyaan diatas
cukup membuatku selalu berfikir tentangmu
Tentang perasaanmu
padaku,
Tentang kita
dikemudian hari,
Tentang cerita
kita nanti.
Mungkin kamu
muak bila aku selalu mengganggu harimu,
Selalu menuntutmu
ini itu demi kebahagiaanku.
Bahkan selalu
ku buat jengkel dirimu,
Namun kamu
tak pernah memperlihatkan kekesalanmu padaku.
Haruskah ku
ucapkan terimakasih padamu?
Ataukan aku
harus meminta maaf pada dirimu?
Terimakasih kau
telah membuatku yakin padamu
Maaf bila
aku selalu ragu dengan perasaanmu.
Tertanda,
Kesayanganmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar