Sudah kesekian kalinya aku bermimpi tentangmu.
Sudah kesekian kalinya juga dada ini terasa sesak karena
mimpi itu.
Kamu memang hadir menjadi bunga tidurku, namun mengapa kehadiranmu
membuat dadaku sakit tersesak dan aku tak mampu untuk mengingat mimpi tersebut.
Bermimpi tentangmu memang itu yang ku inginkan. Tetapi tak
seperti ini yang ku harapkan.
Mimpi itu terasa seperti nyata. Jelas sekali bahwa kamu
memang ingin pergi dariku. Ingin menjauh dariku.
Aku tak kuasa jika mimpi itu terjadi secara nyata. Rasanya aku
tak ingin semua mimpiku itu kenyataan. Aku tak sanggup. Aku tak ingin kamu
pergi dariku, tak ingin kamu menjauhi diriku.
Jujur saja, mimpi itu menyakitkan untukku. Seperti tertampar
oleh kenyataan bahwa kamu memang bukan milikku lagi. Untuk apa aku berharap
lebih dari dirimu lagi. Tak layak juga aku menahanmu agar tetap bersamaku lagi.
Ya……. Memang tak semestinya kamu hadir dimimpiku lagi. Mimpi
buruk ini menyadarkanku. “Untuk apa aku menyimpan banyak harapan kepadamu bahwa
kenyataannya kamu tak bisa memberikanku harapan untuk kesekian kalinya, lagi”
Tertanda,
Yang merindukanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar