A. Pengertian Akuntansi
- Menurut Horngern (2000), Akuntansi didefinisikan sebagai proses pencatatan, pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi agar dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan/kebijaksanaan.
- Menurut AICPA (American Institute of Certified Public Accountant), Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran dari cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.
- Menurut Kep.Men.Keu RI (No. 476/KMK.01/1991), Akuntansi adalah suatu proses pengumpulan, pencatatan, penganalisaan, peringkasan, pengklasifikasikan dan pelaporan transaksi keuangan dari suatu kesatuan ekonomi untuk menyediakan informasi keuangan bagi para pemakai laporan yang berguna untuk pengambilan keputusan.
B. Ruang Lingkup Akuntansi
1.
Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan disebut juga
akuntansi umum (general accounting), yaitu akuntansi yang sasaran (objek)
kegiatannya adalah transaksi keuangan yang menyangkut perubahan harta, hutang,
dan modal suatu perusahaan. Akuntansi keuangan bertujuan menyajikan laporan
keuangan untuk kepentingan pihak intern perusahaan (manajemen) dan pihak
ekstern, misalnya, bank, investor, pemerintah, dan masyarakat umum.
Kegiatan akuntansi keuangan
berorientasi kepada transaksi-transaksi yang sudah terjadi (data historis),
yang diproses dengan menerapkan prinsip-prinsip akuntansi yang telah diterima
oleh umum.
2.
Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi Biaya yaitu akuntansi yang
sasaran kegiatannya adalah transaksi keuangan yang berhubungan dengan
biaya-biaya. Misalnya, biaya-biaya yang berhubungan dengan proses pembentukan
produk. Akuntansi biaya bertujuan menyediakan informasi biaya yang diperlukan
untuk kepentingan intern (pimpinan perusahaan), yaitu untuk menilai pelaksanaan
operasi perusahaan dan menentukan rencana kegiatan di masa datang.
Kadang-kadang akuntansi biaya diartikan sama dengan akuntansi manajemen, karena
sasarannya hamper sama. Hanya akuntansi manajemen lebih menekankan kegiatannya
kepada pengelolaan data biaya sebagai hasil proses akuntansi biaya, untuk
membantu manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan (alternatif) tindakan di
masa depan.
3.
Akuntansi Manajemen (Management
Accounting)
Akuntansi Manajemen yaitu sistem
akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi
untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar
kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen
akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.
4.
Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi Perpajakan yaitu akuntansi
yang kegiatannya berhubungan dengan penentuan objek pajak yang menjadi beban
perusahaan serta perhitungannya untuk kepentingan penyusunan laporan pajak.
Kegiatan akuntansi perpajakan fungsinya membantu manajemen dalam menentukan
pilihan-pilihan transaksi yang akan terjadi, sehubungan dengan
pertimbangan-pertimbangan perpajakan. Oleh karena itu, akuntan bekerja dalam
bidang ini harus mengetahui benar tentang undang-undang perpajakan yang
berlaku.
5.
Sistem Akuntansi (Core Banking)
Sistem Akuntansi yaitu metode dan
prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi
perusahaan atau suatu organisasi bisnis. Sistem akuntansi yang diterapkan dalam
perusahaan besar sangat kompleks. Kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh
kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai
akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer, bentuk dan
jalan transaksi laporan keuangan. Sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti
transaksi, alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan
untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya.
6.
Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
Akuntansi Pemerintahan yaitu suatu bidang
akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan
negara, atau sering disebut dengan istilah administrasi keuangan Negara dan
menekankan pada pencatatan dan pelaporan transaksi.
C. Pihak Yang Berkepentingan Terhadap Informasi Akun Perusahaan
Informasi akuntansi adalah data transaksi keuangan yang terjadi dalam perusahan selama satu periode tertentu yang diikhtisarkan dalam bentuk laporan keuangan.
Laporan keuangan meliputi neraca
yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan, laporan rugi laba yang
menggambarkan perkembangan dan hasil usaha perusahaan, serta laporan-laporan
lainnya.
Dengan demikian laporan keuangan merupakian alat komunikasi antara
kegiatan usaha perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap
posisi keuangan dan perkembangan perusahaan yang bersangkutan.
Pihak yang berkepentingan
terhadap informasi akuntansi dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Pihak Internal yaitu manajemen yang
berkepentingan langsung dan sangat membutuhkan informasi keuangan untuk tujuan
perencanaan, pengkoordinasian, dan pengendalian dalam operasi perusahaan.
2. Pihak Eksternal perusahaan
meliputi sebagai berikut :
- Pemilik perusahaan, mereka perlu mengetahui perkembangan perusahaan dalam mencapai tujuan dan jumlah kekayaan yang ditanamkan di dalam perusahaan.
- Kreditur, mereka perlu mengetahui kemampuan perusahaan untuk membayar utang-utangnya agar dapat menjamin kredit yang dipinjamkan.
- Pemerintah memerlukan data akuntansi untuk dipakai sebagai dasar dalam menentukan mengenai masalah perpajakan, agar laba yang dikenakan pajak sesuai.
- Karyawan, hubungannya dengan perusahaan dapat dianggap sebagai dasar hubungan kontrak kerja. Karyawan berkepentingan dengan informasi akuntansi untuk mengetahui stabilitas dan rentabilitas serta kelangsungan hidup perusahaan, agar perusahaan mampu membayar upah dan gaji karyawan.
- Pelanggan (customer)
- Pemasok (supplier) berkepentingan untuk mengevaluasi hubungan usaha di masa mendatang dengan perusahaan.
- Masyarakat umu, berkepentingan karena aspek umum dan social perusahaan sebagai lembaga ekonomi.
- Lembaga pendidikan berkepentingan untuk tujuan riset.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar