IG : @ddinifw


Senin, 20 Oktober 2014

Piutang / Account Receivable (AKM 1A - materi 4)

20.39 0 Comments
A.     Pengertian Piutang
Piutang atau Account Receivable adalah tuntutan terhadap pihak tertentu yang penyelesaiannya diharapkan dalam bentuk kas selamakegiatan normal perusahaan. Piutang juga dikatakan klaims atas uang, barang, atau jasa terhadap pelanggan atau pihak lainnya.
Jenis-jenis Piutang :
  • Piutang Dagang
-       Piutang Usaha (Account Receivable)
Piutang Usaha yang berasal dari penjualan kredit jangka pendek dan biasanya dapat ditagih dalam waktu 30 sampai 60 hari.
-       Wesel Tagih
Wesel Tagih adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu di masa depan.
Wesel Tagih ada 2 jenis : berbunga dan tidak berbunga.
  • Piutang Bukan Dagang
Piutang Bukan Dagang ialah tagihan kepada pihak lain yang timbul akibat adanya penjulan barang/jasa secara kredit
  • Piutang Pendapatan
Piutang pendapatan adalah tagihan pendapatan kepada pihak lain yang masih belum dibayarkan.


B.     Akuntansi Piutang
Akuntansi Piutang dibagi menjadi 3, yaitu :
  • Pengakuan Piutang
Masalah pengakuan piutang meliputi 2 masalah pokok, yaitu:
-  Kapan piutang diakui
Piutang diakui saat terjadi pemindahan hak atau serah terima atas barang yang dijual antara pembeli dan penjual.
-  Berapa nilai piutang yang diakui
Piutang diakui berdasarkan nilai tukar, yaitu nilai yang akan dibayar oleh debitur pada saat yang telah ditentukan. Yang perlu diperhatikan adalah : trade discount, dan sale discount.
  • Penilaian Piutang
Piutang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai kas (neto) yang bisa di realisasikan dalam jumlah piutang bruto setelah dikurangi dengan taksiran jumlah (nilai) piutang yang tidak dapat diterima.
  • Pengalihan Piutang
Perusahaan-perusahaan yang memiliki piutang dalam jumlah besar seringkali berusaha untuk mempercepat penerimaan kas dari piutangnya, dengan cara menjual atau mengalihkan piutang tersebut kepada perusahaan lain sehingga dapat segera memperoleh kas, dan dengan demikian memperpendek jarak siklus operasi dari kas ke kas.

C.     Piutang Yang Tak tertagih
Piutang Tak Tertagih timbul karena adanya resiku piutang yang tidak dapat terbayar oleh debitur perusahaan karena berbagai alasan.
Metode untuk menangani masalah piutang tak tertagih, yaitu:
a. Metode Langsung
Menggunakan cara penghapusan langsung terhadap piutang yang benar-benar sudah diketahui tidak akan dapat dibayar.
b. Metode Tidak Langsung
Menggunakan cara penghapusan tidak langsung, yaitu cara penyisihan dalam perhitungan piutang yang tidak dapat tertagih

Selasa, 14 Oktober 2014

Pengawasan Penerimaan Kas (AKM 1A - materi 3)

15.38 0 Comments
Pengawasan Penerimaan Kas
Sumber penerimaan uang kas berasal dari berbagai macam sumber. Sumber penerimaan kas dapat terjadi karena adanya penjualan tunai, penerimaan tunai, pelunasan piutang, penerimaan lainnya seperti: hasil penjualan investasi-investasi, dll.
Dalam upaya melindungi kas dari pencurian dan penyalahgunaan, perusahaan disarankan untuk mengawasi dan mencatat semua penerimaan kas dengan cara cepat, tepat waktu dan akurat. Maka, jumlah uang yang hilang dapat dideteksi dengan membandingkan saldo aktual dengan saldo buku.

Pengawasan Pengeluaran Kas
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tindakan pengaman pengeluaran kas menurut Sudarsono (1996:6), antara lain :
  • Untuk pembayaran-pembayaran dalam jumlah tertentu perlu menggunakan cek dan bukti-bukti yang lengkap dan kuat.
  • Pengeluaran –pengeluaran melalui kas kecil perlu diawasi dengan ketat.
  • Perlu dipisahkannya petugas yang menulis cek dengan petugas yang meneliti.
  • Perlu diadakannya pemeriksaan kas dalam waktu-waktu tertentu.
Menurut Dunia (2005:111) dalam Buku Ikhtisar Lengkap Pengantar Akuntansi, bahwa aspek-aspek pengendalian internal terhadap pengeluaran kas sebagai berikut:
  • Pengeluaran besar sebaiknya menggunakan cek, sedangkan pengeluaran relatif kecil menggunakan dana kas kecil. 
  • Pengeluaran harus disahkan oleh Dewan Komisaris atau Dewan Direksi. 
  • Petugas yang menulis cek dan mengecek cek harus dipisahkan. 
  • Auditor Internal dibutuhkan untuk menyesuaikan kebijakan manajemen. 
  • Dokumen pendukung wajib disertakan seperti: faktur pembelian, rekening koran, dll.
  • Buku cek harus disimpan pada kotak besi (brankas) agar aman dan terjaga.

Langkah – langkah untuk tujuan pengawasan intern, sebagai berikut :
  • Segi penerimaan uang. Contohnya seperti penerimaan piutang, penjualan tunai dan pinjaman.
  • Setiap penerimaan kas harus segera dibuat bukti pencatatannya lalu disetor ke bank.

Fungsi :
Pengawasan kas secara umum antara lain :
1.     Untuk menjamin terselenggarannya pencatatan kas yang akurat
2.     Tersimpannya kas dengan aman
3.     Adanya pengeluaran kas yang dilakukan dan disyahkannya oleh personil yang berwenang dengan jumlah yang benar

Contoh dari metode Accrual Basis dan Cash Basis, antara lain :
  • Accrual Basis
Dalam metode ini, penerimaan dan pengeluaran kas itu tidak memandang uangnya sudah diterima atau belum diterima.
  • Cash Basis
Dalam metode ini kebalikan dari Accrual Basis yaitu memandang uangnya sudah diterima. 

Contoh Soal :
Pada 1 mei 2014, PT ABC membayar sewa gedung sebesar Rp 10.000.000 untuk 2 bulan sewanya. Bagaimana pencatatan jurnalnya menggunakan :
a. Cash Basis
b. Accrual Basis
Jawab :
a. Cash Basis : Transaksi telah terjadi dan menyatakan bahwa bila dibayarkan menjadi beban dan bila diterima menjadi pendapatan. Metode ini memperhatikan pembayaran/penerimaan kas.
b. Accrual Basis : Metode ini tidak memperhatikan transaksi, baik transaksi tersebut telah dibayar maupun belum dibayar. Accrual basis menyatakan bahwa setiap transaksi yang terjadi harus dicatat.



Selasa, 07 Oktober 2014

Basis Data - M1

15.46 0 Comments
Definisi Basis Data

Basis data adalah kumpulan data yang disimpan pada penyimpanan elektronik, yang digunakan oleh sebuah enterprise (perusahaan).
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

Fungsi basis data ialah untuk mempercepat pencarian.
Fungsi lainnya :
  1. Data Definition, DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
  2. Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani permintaan dari pemakai untuk mengakses data
  3. Data Security & Integrity, DBMS harus dapatmemeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh DBA
  4. Data Recovery & Concurency, DBMS harus dapat menangani kegagalan–kegagalan pengaksesan database yang dapat disebabkan oleh sesalahan sistem, kerusakan disk, dsb.
  5. Data Dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
  6. Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin.

DBMS (DataBase Management System) ialah software untuk memanage Basis Data. Contoh:
  • SQL
  • Access
  • Oracle
  • DB2

System Basis data = Basis Data + DataBase Management System.
Komponen SBD :
  1. Hardware : berupa memori internal yang terdapat di komputer
  2. System Operation : berfungsi untuk menghubungkan user dengan software DBMS
  3. DBMS : berfungsi untuk menghubungkan user dengan software DBMS
  4. Basis Data : kumpulan data yang diinput oleh user yang kemudian akan diolah dengan DBMS
  5. Network : memungkinkan Basis data dapat digunakan oleh banyak user
  6. User :pengguna yang memanfaatkan basis data
  7. Aplikasi Lain

Sumber :
http://kumpulanmateripenting.blogspot.com/2013/04/pengertian-dan-konsep-sistem-basis-data.html

Minggu, 05 Oktober 2014

Pengawasan Terhadap Kas (AKM 1A - materi 2)

20.37 0 Comments
Kas adalah sebuah aktiva yang diterima atau disimpan sebagai pemasukan atau pengeluaran uang tunai.
1. Komposisi Kas
Komposisi kas terdiri dari :
  • Uang kertas : uang yang berbentuk kertas
  • Uang logam : uang yang berbentuk koin
  • Cek yang belum disetorkan : pengeluaran atau penerimaan kas pada perusahaan belum dicatat atau disetorkan kepada pihak bank
  • Simpanan dalam bentuk giro atau bilyet
  • Rekening tabungan : nominal sisa uang yang ada di tabungan
  • Travelers Checks : cek perjalanan
  • Cashiers Checks : cek pembayaran
  • Wesel bank
  • Money order : uang pengiriman
  • Kas kecil : pencatan, penerimaan, dan pengeluaran kas yang relatif kecil
  • Uang kembalian : kembalian yang diberikan kepada customer
  • Kas yang ada di cabang-cabang tetap

2. Pengendalian Kas
Dilakukan karena :
  • Uang kas dapat berpindah tangan dengan mudah
  • Tidak ada identifikasi pemilik
  • Kas adalah aktiva yang paling mungkin untuk diselengkan dan disalah gunakan oleh para karyawan.
  • Banyak transaksi yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi penerimaan dan pengeluaran kas

Ada beberapa yang perlu dilakukan dalam pengendalian kas, yaitu :
-     Pengendalian Penerimaan Kas
Prosedur yang perlu dirancang agar tidak perlu dicatat atau tidak diterimanya uang yang seharusnya kita terima menjadi sekecil mungkin.
· Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengendalian penerimaan kas :
a.  Pemisahan tugas antara menerima, mencatat, dan menyimpan kas.
b. Selalu gunakan bukti saat disetorkan oleh bank.
c.  Menggunakan penomoran dokumen transaksi.

-     Pengendalian Pengeluaran Kas
Pengendalian pengeluaran kas hampir sama dengan pengendalian perimaan kas. Yang membedakannya hanya jika pengeluarannya kecil di keluarkan melalui kas kecil, namun jika pengeluarannya besar wajib memiliki bukti pengeluaran berupa cek.
· Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengendalian pengeluaran kas :
a.  Adanya pencatatan jumlah kas yang dikeluarkan
b.  Pemisahan tugas antara penerimaan kas  dan pengeluaran kas
c.   Adanya pembuktian berupa cek sebesar jumlah kas yang dikeluarkan.

-     Melakukan Rekonsiliasi Bank
Saldo pada kas bank dengan saldo perusahaan tidak sama, karena setiap perusahaan mendapatkan rekening koran untuk mencocokan kas bank dan perusahaan.
· Penyebab perbedaan saldo :
a.  Perbadaan waktu pencatatan
b.  Kesalahan pencatatan bank

-     Perencanaan Arus Kas
Dilakukan menggunakan anggaran kas dengan periode yang ditentukan maupun pengeluaran atau penerimaan. Perencanaan arus kas juga sebagai alat pengendalian pengendalian penerimaan dan pengeluaran kas pada suatu periode anggaran.

3. Dana Kas Kecil
Dana Kas Kecil adalah sejumlah dana yang berupa kas yang dipegang perusahaan dalam nominal tertentu. Dana kas kecil digunakan untuk menyediakan pengeluaran kas yang relatif kecil.
Ada 2 metode dana kas kecil :
a.  Dana tetap (invers)
pembukuan pengeluaran atau pemasukan dana kas kecil yang dananya tidak berubah atau selalu tetap.
Contoh dana tetap menggunakan jurnal tetap seperti sewa setiap bulan, rekening listrik dan air, operasional, transportasi.
b.  Dana tidak tetap (fluktuasi)
pengisian pada pengeluaran kas selalu sama maka diperlukan pencatan dengan menggunakan kredit karena pengeluaran setiap periodenya berbeda.
Contoh dana tidak tetap menggunakan penyesuaian seperti account atau beban yang terjadi.


4. Rekonsiliasi Bank
Rekonsiliasi bank adalah suatu prosedur pengendalian terhadap kas dibank dengan membandingkan catatan kas perasahaan secara periodik bank mengirimkan laporan berupa kas statement yang berisi semua transaksi penyetoran selama periode tertentu.

Tujuan Rekonsilasi Bank :
  • Menentukan saldo kas (bank) yang harus disajikan dalam laporan keuangan (neraca)
  • Mengamankan kekayaan perusahaan dan mendeteksi kemungkinan adanya penyalahgunaan kas dibank.
Cara untuk mengecek dan memperhitungkan untuk saldo kas perusahaan dan rekonsilasi :
a. Dilihat dalam bentuk rekening koran dan perusahaan nasional.
b. Saldo kas akhir menurut bank.
c. Memperhitungkan saldo.
d. penerimaan dan pengeluaran sama dengan perusahaan

Metode Pengakuan Kas
- Metode Accrual Basic
Accrual Basic adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
- Metode Cash Basic
Cash Basic adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar yang digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan.