IG : @ddinifw


Selasa, 14 Oktober 2014

Pengawasan Penerimaan Kas (AKM 1A - materi 3)

Pengawasan Penerimaan Kas
Sumber penerimaan uang kas berasal dari berbagai macam sumber. Sumber penerimaan kas dapat terjadi karena adanya penjualan tunai, penerimaan tunai, pelunasan piutang, penerimaan lainnya seperti: hasil penjualan investasi-investasi, dll.
Dalam upaya melindungi kas dari pencurian dan penyalahgunaan, perusahaan disarankan untuk mengawasi dan mencatat semua penerimaan kas dengan cara cepat, tepat waktu dan akurat. Maka, jumlah uang yang hilang dapat dideteksi dengan membandingkan saldo aktual dengan saldo buku.

Pengawasan Pengeluaran Kas
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam tindakan pengaman pengeluaran kas menurut Sudarsono (1996:6), antara lain :
  • Untuk pembayaran-pembayaran dalam jumlah tertentu perlu menggunakan cek dan bukti-bukti yang lengkap dan kuat.
  • Pengeluaran –pengeluaran melalui kas kecil perlu diawasi dengan ketat.
  • Perlu dipisahkannya petugas yang menulis cek dengan petugas yang meneliti.
  • Perlu diadakannya pemeriksaan kas dalam waktu-waktu tertentu.
Menurut Dunia (2005:111) dalam Buku Ikhtisar Lengkap Pengantar Akuntansi, bahwa aspek-aspek pengendalian internal terhadap pengeluaran kas sebagai berikut:
  • Pengeluaran besar sebaiknya menggunakan cek, sedangkan pengeluaran relatif kecil menggunakan dana kas kecil. 
  • Pengeluaran harus disahkan oleh Dewan Komisaris atau Dewan Direksi. 
  • Petugas yang menulis cek dan mengecek cek harus dipisahkan. 
  • Auditor Internal dibutuhkan untuk menyesuaikan kebijakan manajemen. 
  • Dokumen pendukung wajib disertakan seperti: faktur pembelian, rekening koran, dll.
  • Buku cek harus disimpan pada kotak besi (brankas) agar aman dan terjaga.

Langkah – langkah untuk tujuan pengawasan intern, sebagai berikut :
  • Segi penerimaan uang. Contohnya seperti penerimaan piutang, penjualan tunai dan pinjaman.
  • Setiap penerimaan kas harus segera dibuat bukti pencatatannya lalu disetor ke bank.

Fungsi :
Pengawasan kas secara umum antara lain :
1.     Untuk menjamin terselenggarannya pencatatan kas yang akurat
2.     Tersimpannya kas dengan aman
3.     Adanya pengeluaran kas yang dilakukan dan disyahkannya oleh personil yang berwenang dengan jumlah yang benar

Contoh dari metode Accrual Basis dan Cash Basis, antara lain :
  • Accrual Basis
Dalam metode ini, penerimaan dan pengeluaran kas itu tidak memandang uangnya sudah diterima atau belum diterima.
  • Cash Basis
Dalam metode ini kebalikan dari Accrual Basis yaitu memandang uangnya sudah diterima. 

Contoh Soal :
Pada 1 mei 2014, PT ABC membayar sewa gedung sebesar Rp 10.000.000 untuk 2 bulan sewanya. Bagaimana pencatatan jurnalnya menggunakan :
a. Cash Basis
b. Accrual Basis
Jawab :
a. Cash Basis : Transaksi telah terjadi dan menyatakan bahwa bila dibayarkan menjadi beban dan bila diterima menjadi pendapatan. Metode ini memperhatikan pembayaran/penerimaan kas.
b. Accrual Basis : Metode ini tidak memperhatikan transaksi, baik transaksi tersebut telah dibayar maupun belum dibayar. Accrual basis menyatakan bahwa setiap transaksi yang terjadi harus dicatat.



Tidak ada komentar: