IG : @ddinifw


Minggu, 30 November 2014

Aktiva Tetap Berwujud 2 (AKM 1A - materi 10)

A. Pengertian Aktiva Tetap
Aktiva Tetap (Fixed Asset) adalah aktiva yang bersifat permanen digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan serta tidak untuk diperjualbelikan.

Secara umum cirinya:
  1. Usia manfaatnya > 1 tahun
  2. Diperoleh dan digunakan untuk operasi perusahaan
  3. Bersifat permanen
  4. Tidak dimaksudkan untuk dijualbelikan

B. Jenis Aktiva Tetap
Umumnya dibagi menjadi dua:
  1. Aktiva tetap berwujud (tangible fixed assets). Misalnya: Tanah (land), Bangunan (building), Peralatan, Mesin (machinery).
  2. Aktiva tetap tidak berwujud (intangible fixed assets). Misalnya: Goodwill, Franchise, Trade Mark, Copy Right.

C. Pengelompokan Aktiva Tetap Berwujud
Antara lain:
  1. Aktiva tetap tidak terbatas, contoh: Tanah
  2. Aktiva tetap yang dapat diganti dengan lainnya, contoh: Bangunan
  3. Aktiva tetap yang tidak dapat diganti, contoh: Sumber Daya Alam

D. Pengeluaran-Pengeluaran Modal & Pendapatan
Penetuan harga perolehan aktiva tetap:
  1. Pengeluaran modal adalah pengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat dalam satu periode akuntansi.
  2. Pengeluaran pendapatan adalah pengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat dalam periode bersangkutan dan dicatat dalam rekening biaya.

Harga perolehan aktiva berwujud meliputi semua pengeluaran untuk aktiva tersebut beserta biaya-biaya aktiva tersebut dapat digunakan.
Perolehan melalui pertukaran, contoh: surat berharga, obligasi pada saham
Pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis, contoh: pertukaran aktiva tetap, tanah dengan mesin

E. Akuntansi atas aktiva tetap
terbagi 3 golongan, antara lain:
  • Akuntansi saat perolehan
  • Akuntansi saat penggunaan
  • Akuntansi saat pelepasan

Nilai Residu, taksiran nilai tunai aktiva pada akhir masa manfaat aktiva tersebut.
Masa Manfaat, jangka waktu pemakaian aktiva yang diharapkan oleh perusahaan.
Depresiasi, proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama manfaatnya.

F. Pengertian Konsep Depresiasi Aktiva Tetap
Konsep depresiasi aktiva tetap adalah proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaat secara rasional dan sistematis. Depresiasi merupakan proses pengalokasian harga perolehan BUKAN proses penilaian aktiva tetap.

Berikut merupakan metode penyusutan:
  1. Metode Garis Lurus adalah metode ini menunjukkan bahwa beban depresiasi periodik sepanjang masa pemakaian aktiva tetap akan sama besarnya. 
  2. Metode Saldo Menurun adalah metode ini menunjukkan bahwa beban depresiasi dari tahun ke tahun akan mengalami penurunan hal ini disebabkan karena nilai buku yang semakin menurun. 
  3. Metode Jumlah Angka Tahun adalah metode ini menunjukkan bahwa beban depresiasi lebih tinggi pada tahun awal, sedangkan pada tahun akhir akan semakin kecil. 
  4. Metode Satuan Kegiatan adalah metode ini menunjukkan bahwa beban depresiasi dinyatakan dalam satuan (unit) yang dihasilkan oleh aktiva yang bersangkutan.
Dari gambar diatas, Sebuah truk dibeli dengan harga perolehan Rp XXX, dan memiliki masa manfaat sekitar 6 tahun. Kemampuan suatu aktiva untuk menghasilkan pendapatan dan jasa akan semakin menurun, baik secara fisik maupun fungsi. Pengakuan atas depresiasi aktiva tetap tidak berakibat adanya pengumpulan kas untuk mengganti aktiva lama dengan aktiva baru.

Dari gambar diatas bisa dijelaskan bahwa penghentian aktiva tetap terbagi atas 3 penjelasan, antara lain:
  • Retirement (Memberhentikan)
Bila aktiva tetap dihentikan sebelum habis masa manfaatnya, maka akan menimbulkan laba dan rugi. Penghentian sebelum masa manfaatnya dapat dilakukan dengan: dijual maupun ditukar.
  • Sale (Dijual)
Aktiva tetap yang dijual sebelum habis masa manfaatnya, maka akan menimbulkan laba atau rugi. Laba atau rugi dihasilkan dari perbandingan antara harga jual dengan nilai buku. Jika harga jual > nilai buku maka LABA, sedangkan jika harga jual < nilai buku maka RUGI. Dan jika harga jual = nilai buku maka tidak terjadi LABA / RUGI.
  • Exchange (Pertukaran)
Pertukaran pada aktiva tetap dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu pertukaran aktiva sejenis dan tidak sejenis. Pada pertukaran aktiva tetap sejenis, apabila diperoleh laba maka tidak perlu diakui sedangkan jika diperoleh rugi maka perlu diakui dan dicatat dalam akuntansi. Pada pertukaran aktiva tetap tidak sejenis, apabila diperoleh laba ataupun rugi maka wajib diakui dan dicatat dalam akuntansi.

Tidak ada komentar: