IG : @ddinifw


Minggu, 04 Mei 2014

Wawasan Nusantara - #softskill

05.12 0 Comments
Nama   : Fadhilah Wijayandini
NPM   : 43213040
Kelas   : 1DA02
Pendidikan Kewarganegaraan (tugas individu)

WAWASAN NUSANTARA

Kata wawasan berasal dari bahasa Jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.
Pengertian Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi) serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.
Kehidupan negara senantiasa dipengaruhi perkembangan lingkungan strategik sehingga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaannya.
Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga faktor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa, yaitu :
1.      Bumi/ruang dimana bangsa itu hidup.
2.      Jiwa, tekad dan semangat manusia / rakyat.
3.      Lingkungan.

Latar belakang Wawasan Nusantara meliputi :
a.        Falsafah pancasila
Nilai-nilai pancasila mendasari pengembangan wawasan nasional. Nilai-nilai tersebut adalah:
1. Penerapan Hak Asasi Manusia (HAM), seperti memberi kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing- masing.
2. Mengutamakan kepentingan masyarakat daripada individu dan golongan.
3. Pengambilan keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
b.        Aspek kewilayahan nusantara
Pengaruh geografi merupakan suatu fenomena yang perlu diperhitungkan, karena Indonesia kaya akan aneka Sumber Daya Alam (SDA) dan suku bangsa.
c.         Aspek sosial budaya
Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan yang berbeda - beda, sehingga tata kehidupan nasional yang berhubungan dengan interaksi antargolongan mengandung potensi konflik yang besar.mengenai berbagai macam ragam budaya.
d.        Aspek sejarah
Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini dikarenakan kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesia merupakan hasil dari semangat persatuan dan kesatuan yang sangat tinggi bangsa Indonesia sendiri. Jadi, semangat ini harus tetap dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia.

Hakekat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian: cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga negara.
Kedudukan Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.
Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi paradigma nasional sebagai berikut:

  • Pancasila (dasar negara) » Landasan Idiil
  • UUD 1945 (Konstitusi negara) » Landasan Konstitusional
  • Wasantara (Visi bangsa) » Landasan Visional
  • Ketahanan Nasional (Konsepsi Bangsa) » Landasan Konsepsional
  • GBHN (Kebijaksanaan Dasar Bangsa) » Landasan Operasional
Fungsi Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.
Tujuan Wawasan Nusantara terdiri dari 2, yaitu :
1.  Tujuan nasional, dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah "untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial".
2.   Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.

Dapat disimpulkan bahwa Wawasan nusantara sebagai landasan untuk mencapai kesatuan pandangan dari kesatuan pandangan akan didapat paham kekuasaan yang kuat. Dengan adanya kesamaan pandangan antara pemerintah dengan masyarakat maka dengan mudah pemerintah dapat menentukan Teori Geopolitik. Jika wawasan nusantara, paham kekuasaan, teori geopolitik, suatu bangsa tercapai maka tujuan nasional bangsa tersebut tidak hanya menjadi cita-cita belaka tetapi dapat terwujud. Dan kita sebagai masyarakat bangsa Indonesia yang telah mempelajari dan memahami Wawasan Nusantara kita seharusnya mengubah cara pandang dan sikap Bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dimana dalam mengimplementasikannya kita harus mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, untuk mencapai tujuan nasional. Dengan begitu NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) tetap kokoh tidak ada satu pun wilayah Indonesia yang memisahkan diri dan merdeka menjadi Negara lain seperti hilangnya Negara Timor Leste yang dulunya masih wilayah Indonesia sekarang memisahkan diri dan merdeka.

Sumber :

Maaf

05.11 0 Comments
Maaf
By : Fadhilah Wijayandini

Maaf.
Masih pantas aku meminta maaf kepadamu?
Beribu kesalahan yang aku perbuat padamu.
Hanya satu kata yang bisa aku bilang padamu, maaf.

Salahku melukai perasaanmu.
Salahku apa yang aku perbuat tak memikirkan hatimu.
Salahku aku menghiraukanmu.
Salahku jika kenyataannya kamu terlanjur kecewa padaku.

Kecewa.
Mungkin itu yang kamu rasain pada diriku.
Lalu, apa yang harus aku lakukan?
Aku harus apa untuk menebus kesalahan?

Aku minta maaf padamu.
Salahku buat kamu kecewa padaku.
Maaf, hanya itu yang dapat ku ucapkan pada dirimu.
Maaf, jika aku selalu mengecewakanmu.
:(

Teroris di Indonesia - #softskill

03.56 0 Comments
Nama   : Fadhilah Wijayandini
NPM   : 43213040
Kelas   : 1DA02
Pendidikan Kewarganegaraan (Tugas individu Fenomena Negara)

Teroris di Indonesia

Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil.
Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya ("teroris") layak mendapatkan pembalasan yang kejam.
Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan "teroris" dan "terorisme", para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, pasukan perang salib, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism : "Makna sebenarnya dari jihad, mujahidin adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang". Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama.
Selain oleh pelaku individual, terorisme bisa dilakukan oleh negara atau dikenal dengan terorisme negara (state terorism). Misalnya seperti dikemukakan oleh Noam Chomsky yang menyebut Amerika Serikat ke dalam kategori itu. Persoalan standar ganda selalu mewarnai berbagai penyebutan yang awalnya bermula dari Barat. Seperti ketika Amerika Serikat banyak menyebut teroris terhadap berbagai kelompok di dunia, di sisi lain liputan media menunjukkan fakta bahwa Amerika Serikat melakukan tindakan terorisme yang mengerikan hingga melanggar konvensi yang telah disepakati.
Terorisme di Indonesia merupakan terorisme di Indonesia yang dilakukan oleh kelompok militan Jemaah Islamiyah yang berhubungan dengan al-Qaeda ataupun kelompok militan yang menggunakan ideologi serupa dengan mereka. Sejak tahun 2002, beberapa "target negara Barat" telah diserang. Korban yang jatuh adalah turis Barat dan juga penduduk Indonesia. Terorisme di Indonesia dimulai tahun 2000 dengan terjadinya Bom Bursa Efek Jakarta, diikuti dengan empat serangan besar lainnya, dan yang paling mematikan adalah Bom Bali 2002.

Pemberantasan Terorisme di Indonesia
Menyadari sedemikian besarnya kerugian yang ditimbulkan oleh suatu tindak Terorisme, serta dampak yang dirasakan secara langsung oleh Indonesia sebagai akibat dari Tragedi Bali, merupakan kewajiban pemerintah untuk secepatnya mengusut tuntas Tindak Pidana Terorisme itu dengan memidana pelaku dan aktor intelektual dibalik peristiwa tersebut. Hal ini menjadi prioritas utama dalam penegakan hukum. Untuk melakukan pengusutan, diperlukan perangkat hukum yang mengatur tentang Tindak Pidana Terorisme. Menyadari hal ini dan lebih didasarkan pada peraturan yang ada saat ini yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) belum mengatur secara khusus serta tidak cukup memadai untuk memberantas Tindak Pidana Terorisme, Pemerintah Indonesia merasa perlu untuk membentuk Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, yaitu dengan menyusun Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) nomor 1 tahun 2002, yang pada tanggal 4 April 2003 disahkan menjadi Undang-Undang dengan nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Keberadaan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di samping KUHP dan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), merupakan Hukum Pidana Khusus. Hal ini memang dimungkinkan, mengingat bahwa ketentuan Hukum Pidana yang bersifat khusus, dapat tercipta karena :

  1. Adanya proses kriminalisasi atas suatu perbuatan tertentu di dalam masyarakat. Karena pengaruh perkembangan zaman, terjadi perubahan pandangan dalam masyarakat. Sesuatu yang mulanya dianggap bukan sebagai Tindak Pidana, karena perubahan pandangan dan norma di masyarakat, menjadi termasuk Tindak Pidana dan diatur dalam suatu perundang-undangan Hukum Pidana.
  2. Undang-Undang yang ada dianggap tidak memadai lagi terhadap perubahan norma dan perkembangan teknologi dalam suatu masyarakat, sedangkan untuk perubahan undang-undang yang telah ada dianggap memakan banyak waktu.
  3. Suatu keadaan yang mendesak sehingga dianggap perlu diciptakan suatu peraturan khusus untuk segera menanganinya.
  4. Adanya suatu perbuatan yang khusus dimana apabila dipergunakan proses yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang telah ada akan mengalami kesulitan dalam pembuktian.

Sedangkan kriminalisasi Tindak Pidana Terorisme sebagai bagian dari perkembangan hukum pidana dapat dilakukan melalui banyak cara, seperti :

  1. Melalui sistem evolusi berupa amandemen terhadap pasal-pasal KUHP
  2. Melalui sistem global melalui pengaturan yang lengkap di luar KUHP termasuk kekhususan hukum acaranya.
  3. Sistem kompromi dalam bentuk memasukkan bab baru dalam KUHP tentang kejahatan terorisme.


Sumber :


Minggu, 23 Maret 2014

Nice To Meet You

16.52 0 Comments
Nice to meet you…
Karya : Fadhilah Wijayandini

“Lala bangun!!!! Kamu kan hari ini ospek, masih aja jam segini kamu tidur. Bangun!”, teriak ibuku dari luar kamarku.
“Sebentar, Bu. Baru jam segini kok” jawabku sambil menutup muka dengan boneka kesayanganku.
Pagi itu rasanya malas sekali untuk bangun dari kasur, mandi lalu bersiap-siap untuk mengikuti ospek di kampusku. Nyamannya kasurku membuat ku lupa dengan waktu. Kulihat jam di handphone ku dan seketika aku loncat dari kasur. Yak! Waktu menunjukan pukul 06.45 WIB.
Selesai menyiapkan semua barang bawaan untuk ospek, aku merayu ayahku untuk mengantarku ke kampus. “Ayah anterin aku dong, Yah. Aku udah telat banget nih. Aduuuh! Dihukum gak ya?”.
“Kamu tuh ya, gimana gak telat. Bangun siang, sekarang kamu jadi buru-buru kan. Yaudah ayo. Udah siap semuanya? Cek dulu ada yg ketinggalan gak?” kata ayahku.
“Enggak, udah siap semua kok” jawabku.
Baiklah, perkenalkan namaku Rahmila Anandea, biasa dipanggil Lala. Aku mahasiswa baru di salah satu universitas swasta. Dan aku sudah terima nasib jika hari itu aku akan diomelin senior karena telat. Ya, senior BEM fakultas ku menyuruh seluruh mahasiswa baru untuk datang jam 07.00 WIB sedangkan aku sampai dikampus jam 07.10 WIB.
Sesampainya didepan kampus, aku langsung berpamitan dengan ayahku. Aku berlari sambil mencari-cari kenalanku dari twitter. Namanya Vinni. Dia juga meminta tolong kepadaku untuk membuatkan-nya nametag. Entahlah, pasti dia udah uring-uringan menungguku dan aku malah datang terlambat.
“Hey, kamu! Tau gak sekarang jam berapa? Kita kan udah ngasih tau ditwitter kalo ospek dimulai jam 07.00. Kenapa kalian telat?! Sebagai hukuman kalian pakai ini!”, teriak salah satu senior BEM. Dia memberi atribut aneh kepada peserta ospek yang telat, termasuk diriku. Dengan tampangku yang jutek, aku rela dimarahinya, meskipun hati gak ikhlas.
“Cari barisan kelompoknya. Jangan sampai nyasar!” teriak senior itu lagi.
“Aaaah…. Kenapa mesti ada ospek. Ribet banget sih”, kataku didalam hati.
“Vinni ya? Ini nametag lo, sorry gue dateng telat”, kataku sok akrab. Dengan perasaan bersyukur Vinni pun berterima kasih kepadaku. Vinni kedapetan kelompok Gurita dan aku dikelompok Pinguin.
Aku mencari barisan kelompokku. Ah! Banyak sekali kelompoknya, Marmut, Angsa, Kuskus, Kodok, Gurita… “Aha! Ini dia kelompokku”, seruku sambil mencari posisi yang kosong dalam barisan kelompokku.
“Eh, ini disuruh ngapain?”, tanyaku dengan nada jutek kepada seorang cowok.
“Disuruh nulis nama, tanggal lahir, sama alasan masuk kampus ini. Nanti lo dapet kertas dari kakak senior”, jawabnya santai.
“Oke!”
Hahaha… orang ini ku jutekin bisa-bisanya menjawab pertanyaanku dengan santai.
Tiba-tiba ada seorang cewek menepuk pundakku, dan bertanya padaku, “Hey, ini kelompok Pinguin kan? Kenalin namaku Ana”.
“Lala. Iya.” jawabku singkat.
Ya, aku sadar kok jawabannku itu sangat singkat, dan entah mengapa setiap bertemu dengan orang yang baru kutemui aku terlihat jutek…
Lalu, kakak senior memberikan kertas kosong kepadaku dan Ana. Karena aku tidak tahu apa yang mesti aku tulis, aku bertanya lagi ke cowok tadi. Dan dia memberikan kertasnya dan bersedia untuk kucontek isi kertasnya. Nama cowok itu, Danar Alkiano. Terkesan ribet namanya, tapi apa peduli ku? Apapun namanya yang penting aku ingin cepat-cepat selesai acara ospek ini, fyuuh.
***
“Sumpah! Ospeknya gak asik banget.” keluhku.
“Yaudahlah yang penting udah selesai kan ospeknya. Oiya, La. Senin besok dikelas kita duduknya sampingan ya.”, pinta Ranti, teman baruku dikampus.
“Iya atur aja, Ra” jawabku.
Akhirnya aku merasakan menjadi mahasiswi. Ternyata, menjadi anak kuliahan tidak seperti yang aku kira. Tugas seabrek! Iyaaaa…. Itu yang aku keluhin semenjak menjadi anak kuliahan.
***
Belum ada sebulan, aku mulai mengagumi teman sekelasku. Dia cowok yang sewaktu ospek aku jutekin. Danar, aku mulai menggagumimu..........
“Oh inikah cinta, oh inikah cinta….”, nyanyiku yang membuat sahabatku risih.
“Lala! Nyanyi mulu gak bosen apa?” keluh Isti padaku.
“Tau nih, mentang-mentang lagi jatuh cinta sama Danar. Gak di kelas, di jalan, sampai-sampai pas kita mau nyebrang ke warteg pun lu nyanyi itu terus”, kata Vita.
“Namanya juga jatuh cinta, berjuta rasanya. Tapi suara gue bagus kan? Hahaha…” jawabku santai.
Mereka hanya bias menggelengkan kepala karena ke pede-an ku.
***
“La, dapet salam dari Danar.” ledek Ito kepadaku.
“Hah? Waalaikumsalam ya, hahaha…” jawabku.
“Cie Lala sama Danar”, Ito terus saja meledek aku seperti itu.
“Astaga, apa rahasiaku kebongkar? Apa ada yang tau kalau aku suka sama dia dan disebar? Siapa yang tau ini semua selain sahabat-sahabatku?” berbagai pertanyaan hadir dalam benakku.
“Isti! Kok anak-anak pada ledekin aku sama dia? Siapa nyebarin? Aduh… kalau kayak begini aku harus apa?” teriakku. 
“Ya, aku mana tau, La. Hayoloh Lala. Apa jangan-jangan dia juga suka sama kamu. Dia cerita ketemannya, dan temannya yang bocorin itu. Siapa tau aja begitu, La” jawab isti. 
“Ah masa sih? Jangan buat aku makin ke geer-an ya… Yaudahlah aku sok asik aja” kataku pada isti.
Apa mungkin dia juga suka padaku......
***
Beberapa hari setelah kejadian itu, aku memberanikan diri untuk bertanya pada dia. Aku ingin tau apa benar dia juga suka padaku atau tidak.
“Kok anak-anak sekelas pada ngeledekin kita sih? Emang ada apa?”.
“Maaf ya, La. Gara-gara gue, lo jadi ikutan diledekin” jawab Danar.
“Maaf? Gara-gara lo? Maksudnya?” tanyaku.
Dan jawaban Danar membuatku melotot.
“Sebenarnya gue suka sama lo, gue cerita ke Ito dan gak taunya dia sebar terus jadi ledekin kita deh. Maaf ya”.
“Oh, hahaha,,, santai aja Dan” jawabku dengan tersenyum bahagia.
***
“Lala, lagi apa?” isi pesan masuk di handphoneku dari seseorang yang ku kagumi, Danar.
“Lagi dengerin lagu, lo?” kubalas pesannya.
“Kok tiba-tiba dia sms aku ya.”, lamunku yang akhirnya buyar karena bunyi pesan masuk. Dia membalas pesanku.
Ya, semenjak itu kita jadi sering sms-an dengannya.
***
Siang itu, dia mengajakku jalan-jalan. I love time warping. Ya, kami menghabiskan waktu untuk bermain, mengobrol sampai tidak ingat waktu. Pukul 7 malam kami baru beranjak pulang. Diperjalanan pulang, hujan pun tiba-tiba membasahi kami.
“Neduh dulu yuk, La”. Katanya padaku. Dan aku hanya mengangguk.
Neduh dipinggiran ruko. kami mengobrol, dan bercanda. Rasanya nyaman sekali. Tiba-tiba kami saling diam. Hening…
“Em, La. Apa kamu siap kalau aku mau jadi pacarmu?” katanya yang langsung membuatku tertawa.
“Danar, lo becanda? Jangan ngelucu ah, lagi hujan nih, hahaha”.
“Ini serius, La. Aku gak bercanda. Aku tau kok kalau kamu juga suka aku kan? Aku tau dari sahabat            mu.”.
Pernyataan Danar membuatku tak bisa berkata-kata. Aku hanya bisa tersenyum dan mengiyakan.
Astaga, ini aku gak mimpi kan? Pada akhirnya malam itu aku dan dia menjadi sepasang kekasih. Aku bahagia, cowok yang dulu aku jutekin, pada akhirnya aku jatuh cinta padanya dan sekarang dia menjadi pacarku. Nice to meet you, Danar Alkiano…………..

Teruntuk kamu

16.06 0 Comments
Teruntuk kamu
By : Fadhilah Wijayandini

“Sudah berbulan-bulan kita bersama.
Canda, tawa, bahagia.
Sedih, tangis, duka.
Akankah kita bersama, selamanya?”

Kalimat  diatas mungkin tak berarti untuk dirimu.
Itu hanyalah sepenggal kalimat puitis yang ku buat untuk dirimu.
Entah aku yakin kau untukku atau tidak untukku.
Namun aku cukup berterimakasih kau terlah hadir dihidupku.

“Apa aku terlalu berharap kita akan selamanya?
Apa aku terlalu menginginkan kau selalu denganku?
Apa aku masih pantas untuk membahagiakanmu?
Apa kita pantas untuk bersama?”

Pertanyaan diatas cukup membuatku selalu berfikir tentangmu
Tentang perasaanmu padaku,
Tentang kita dikemudian hari,
Tentang cerita kita nanti.

Mungkin kamu muak bila aku selalu mengganggu harimu,
Selalu menuntutmu ini itu demi kebahagiaanku.
Bahkan selalu ku buat jengkel dirimu,
Namun kamu tak pernah memperlihatkan kekesalanmu padaku.

Haruskah ku ucapkan terimakasih padamu?
Ataukan aku harus meminta maaf pada dirimu?
Terimakasih kau telah membuatku yakin padamu
Maaf bila aku selalu ragu dengan perasaanmu.

Tertanda,
Kesayanganmu.

Senin, 10 Maret 2014

PELAKSANAAN DEMOKRASI DALAM BERBAGAI ASPEK KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA

03.45 0 Comments
Sebagaimana Negara-negara lain, Negara kita Republik Indonesia adalah Negara demokrasi. Akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari masih sering kita temui perilaku yang tidak demokratis, misalnya berupa tindakan sewenang-wenang, tidak menghargai perbedaan, tidak mematuhi aturan atau kesepakatan yang telah diputuskan.
Apa arti demokrasi itu? Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”. Menurut teori demokrasi, kedaulatan (kekuasaan tertinggi) berada ditangan rakyat. Dalam pelaksanaannya rakyat akan mewakilkan kepada wakil-wakil rakyat, yang duduk di lembaga-lembaga perwakilan rakyat. Demokrasi yang dipraktikkan disebut demokrasi perwakilan atau demokrasi tidak langsung.
Berdasarkan UUD 1945, lembaga perwakilan rakyat dinegara kita adalah Dewan perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Para wakil rakyat yang duduk dalam lembaga perwakilan rakyat itu mempunyai kewajiban untuk menyalurkan keinginan atau aspirasi rakyat dalam pemerintahan.
Sejak kapan munculnya paham demokrasi? Gagasan tentang demokrasi sudah muncul sejak sekitar abad ke-5 SM, pada masa Yunani kuno. Pada saat itu demokrasi dilakukan secara langsung.
Demokrasi model yunani tidak bertahan lama, penyebabnya ialah munculnya konflik politik dan melemahnya kemampuan Dewan Kota dalam memimpin polis. Sejak berabad-abad tenggelam, paham demokrasi kembali muncul sebagai reaksi penentang terhadap kekuasaan raja yang absolut tersebut.
Bangsa Indonesia telah mencoba bermacam-macam demokrasi. Sejak tahun 1950-1959 dijalankan suatu praktik demokrasi yang cenderung pada sistem Demokrasi liberal. Pada tahun 1959-1966 diterapkan Demokrasi Terpimpin yang dalam praktiknya cenderung otoriter. Mulai tahun 1966 hingga berakhirnya masa Orde baru pada tahun 1998 diterapkannya Demokrasi Pancasila.
Dalam perkembangannya, konsep demokrasi tidak hanya diterapkan dalam bidang politik, melainkan juga diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Konsep demokrasi juga diterapkan dalam kehidupan ekonomi, pendidikan, sosial-budaya, dan bidang-bidang kemasyarakatan lainnya. Kehidupan yang demokratis adalah kehidupan yang intinya melibatkan partisipasi rakyat dan ditujukan untuk kepentingan rakyat.
Demokrasi telah menjadi pilihan bagi hampir semua bangsa didunia, tak terkecuali bangsa Indonesia. Oleh karena itu kita wajib menunjukkan sikap positif terhadap pelaksanaan demokrasi dalam berbagai bidang kehidupan. Sikap positif tersebut perlu dibuktikan dengan sikap dan perbuatan yang sejalan dengan unsur-unsur rule of law atau syarat-syarat demokrasi. Demokrasi perlu diwujudkan menjadi suatu kenyataan hidup dalam bidang apapun. Semua warga Negara tanpa kecuali, baik penguasa maupun rakyat biasa, harus membiasakan hidup demokratis.

Sumber : Almond, Gabrie A. dan Sidney Verba. (1990). Budaya Politik, Tingkah Laku Politik, dan Demokrasi di Lima Negara, Jakarta: Bina Aksara.

Selasa, 10 Desember 2013

PKTI 1C - Open Office (Letters)

17.11 0 Comments
Letters
Saya akan menulis tutorial membuat letter dari aplikasi open office.
1. Klik aplikasi openoffice pada desktop. Lalu pilih text document.
2. Buat surat yang akan di buat menjadi letters.
3. Setelah itu pilih menu tools → mail merge wizard
4. Selanjutnya muncul beberapa pilihan, seperti :
5. Pada menu jendela selanjutnya adalah tahap memasukan alamat (insert address block). Di tahap ini terdiri dari 4 langkah; 1. Memilih data source, 2. Menentukan format ‘address block’, 3. Menyesuaikan field, 4. Memeriksa dan melihat hasil data.
§  Langkah pertama, yaitu memilih data source yang telah kita miliki sebelumnya dengan meng-klik ‘select address list’.
§  Kemudian muncul jendela pilihan address list yang akan dipilih. Masukan ‘address list’ dengan meng-klik ‘add’ setelah itu ‘ok’.
§  Langkah kedua, menentukan format address block. Klik more untuk menentukan formatnya yang akan ditampilkan. Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini.
§  Langkah ketiga, menentukan field-field pada wizard. Untuk mengaturnya klik ‘match field’.
§  Selanjutnya akan muncul penyesuaian antara table dengan field yang tersedia lalu klik ‘ok’.

§  Langkah keempat, melihat hasil yang telah dibuat. Jika sudah klik ‘next’
6. Pada menu ke-4 hilangkan ceklis pada “Create  a salutation”.
7. Selanjutnya menentukan posisi pada halaman yang akan dicetak/layout. Kemudian ‘next’.
8. Lalu buatlah halaman khusus didalam halaman mail merge. Klik ‘next’.
9. Langkah terakhir ‘save starting document’.
10. Setelah nge-save, klik ‘finish’.

Dan hasil yang telah saya buat bisa dilihat disini.